Umat Islam Disunnahkan Kumandangkan Takbir Idul Adha Mulai Malam Hari Raya

Umat Islam Disunnahkan Kumandangkan Takbir Idul Adha Mulai Malam Hari Raya

Mengumandangkan takbir menjadi salah satu amalan khas yang penuh kemuliaan pada hari raya Idul Adha. Dikutip dari Suara, ibadah ini berfungsi sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT yang dilaksanakan sejak malam hari raya hingga akhir hari tasyrik.

Lafaz takbir ini berkumandang di berbagai tempat seperti masjid, rumah, hingga jalanan. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak syiar ini dari terbenamnya matahari pada malam Idul Adha sampai waktu Ashar di hari keempat tasyrik.

Bagi kaum laki-laki, pembacaan takbir dapat dilakukan secara jahar atau dengan suara keras, baik saat berada di rumah, tempat ibadah, maupun ketika sedang dalam perjalanan.

Saat pelaksanaan shalat Idul Adha, umat Islam sering kali mempertanyakan lafaz yang dibaca ketika takbir tambahan dikumandangkan. Takbir ekstra ini diterapkan sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua.

Bacaan takbir yang dianjurkan untuk dibaca berturut-turut adalah sebagai berikut:

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

"Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Laa ilaaha illallah wallahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd."

Artinya adalah "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji bagi-Nya."

Pada rakaat pertama, lafaz tersebut diulang berturut-turut di sela-sela tujuh kali takbir sebelum membaca Al-Fatihah. Setelah itu, imam dan makmum melanjutkannya dengan membaca ta’awudz, surat Al-Fatihah, serta surat pendek lainnya.

Sementara pada rakaat kedua, jumlah takbir tambahan yang dilakukan adalah sebanyak lima kali sebelum dilanjutkan dengan pembacaan Al-Fatihah.

Tata Cara Pelaksanaan Takbir Shalat Id

Pelaksanaan takbir tambahan ini dimulai setelah membaca doa iftitah pasca takbiratul ihram, dengan posisi kedua tangan diangkat sejajar telinga. Gerakan mengangkat dan menurunkan tangan dilakukan pada setiap takbir, kecuali pada takbir terakhir sebelum membaca Al-Fatihah.

Mayoritas ulama mengategorikan takbir ini sebagai ibadah sunnah muakkad atau sangat dianjurkan, sebagaimana yang dahulu dicontohkan oleh Rasulullah beserta para sahabat.

Hikmah dan Tradisi di Masyarakat

Secara substansi, takbir merupakan simbol ketaatan, kerendahan hati, serta pengingat atas pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Kehadirannya menyadarkan umat manusia bahwa segala kebesaran sejatinya hanya milik Allah SWT.

Di Indonesia, syiar ini diwujudkan melalui tradisi takbir keliling pada malam Idul Adha yang diikuti oleh berbagai lapisan usia mulai dari anak-anak hingga orang tua. Kendati demikian, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga ketertiban umum dan adab selama pelaksanaannya.

Esensi takbir yang hakiki tidak terbatas pada ucapan lisan, melainkan harus diiringi dengan penghayatan hati serta tindakan nyata. Hal ini diwujudkan melalui ibadah kurban, pembagian daging kepada sesama yang membutuhkan, dan peningkatan ketakwaan.

Artikel terkait

Rekomendasi