Umat Islam dianjurkan untuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW dengan tidak mengonsumsi makanan sebelum melaksanakan salat Idul Adha. Anjuran menunda makan ini bersifat sunnah dan memiliki beberapa hikmah di baliknya.
Perbedaan kebiasaan antara perayaan Idul Fitri dan Idul Adha kerap memicu pertanyaan mengenai diperbolehkannya makan sebelum salat Id. Dilansir dari Suara, terdapat panduan lengkap mengenai hukum, dalil, hingga hikmah di balik anjuran tersebut.
Berbeda dengan Idul Fitri yang disunnahkan untuk makan pagi terlebih dahulu, pada Idul Adha umat Islam justru dianjurkan menunda makan sampai selesai menunaikan salat Id. Nabi Muhammad SAW disebutkan tidak makan apa pun sebelum menunaikan shalat Idul Adha dan baru makan setelah menyembelih hewan kurban.
Hal itu tertuang dalam hadis yang diriwayatkan dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
"Rasulullah shallallahu ‘allaihi wa sallam biasa tidak keluar pada hari raya Idul Fitri sebelum makan, dan beliau tidak makan pada hari Idul Adha sampai beliau kembali (dari salat Id), lalu beliau makan dari daging sembelihannya." (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).
Namun, perlu digarisbawahi bahwa hukum hal ini adalah Sunnah, bukan wajib. Artinya, jika seseorang merasa sangat lemas, sakit, atau memiliki kondisi medis tertentu seperti maag akut yang mengharuskannya makan, maka tidak berdosa jika ia makan sebelum berangkat salat.
Hikmah Menunda Makan
Ada beberapa alasan dan hikmah mengapa Rasulullah SAW mencontohkan untuk menunda makan sebelum salat Idul Adha. Hikmah pertama adalah sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, di mana umat Islam berupaya meniru adab beliau dalam merayakan hari besar sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Hikmah kedua adalah untuk menyegerakan penyembelihan kurban. Anjuran tidak makan ini bertujuan agar umat Islam segera melaksanakan salat Id, lalu segera menyembelih hewan kurban agar dagingnya bisa langsung diolah dan dinikmati bersama, terutama bagi fakir miskin.
Hikmah utama lainnya adalah agar makanan pertama yang masuk ke dalam tubuh pada hari itu adalah daging hasil kurban. Hal ini melambangkan rasa syukur atas nikmat kurban yang diberikan Allah SWT.