Surge Catat 209 Ribu Pelanggan Internet Rakyat Hingga Maret 2026

Surge Catat 209 Ribu Pelanggan Internet Rakyat Hingga Maret 2026

PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau Surge mencatat pertumbuhan signifikan pada layanan Internet Rakyat (IRA) dengan jumlah pengguna menembus angka 209.000 per 31 Maret 2026. Capaian ini diraih setelah perusahaan memulai komersialisasi layanan internet berkecepatan 100 Mbps sejak Februari 2026 di berbagai wilayah operasional.

Pertumbuhan basis pelanggan ini didukung oleh perluasan titik infrastruktur yang terus dilakukan oleh perusahaan. Dilansir dari Teknologi, ekspansi tersebut berdampak langsung pada jangkauan layanan kepada masyarakat luas.

"Angka ini diproyeksikan akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah site yang beroperasi [on air]," kata Shannedy Ong, Director PT Solusi Sinergi Digital Tbk. kepada Bisnis pada Rabu (6/5/2026).

Surge menerapkan strategi harga kompetitif senilai Rp100.000 per bulan untuk akses internet 100 Mbps menggunakan teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA). Layanan ini beroperasi pada spektrum 1,4 GHz yang dioptimalkan untuk efisiensi biaya operasional.

Manajemen Surge menegaskan bahwa skema bisnis yang dijalankan telah memberikan hasil keuangan yang kuat. Hal ini terlihat dari perolehan marjin pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) yang berada di level tinggi bagi industri telekomunikasi.

"Hasil tersebut menunjukkan bahwa harga tersebut sesuai dengan kebutuhan dan daya beli masyarakat, sekaligus mendukung perluasan inklusi digital," ungkap Shannedy Ong, Director PT Solusi Sinergi Digital Tbk.

Terkait persaingan pasar, Surge menyatakan tidak terganggu oleh kehadiran layanan serupa dari operator lain di segmen harga yang sama. Perusahaan menekankan adanya pembagian wilayah frekuensi yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait.

"Dengan pembagian wilayah ini, masing-masing operator memiliki area operasional tersendiri," kata Shannedy Ong, Director PT Solusi Sinergi Digital Tbk.

Berdasarkan keputusan lelang frekuensi dari Kementerian Komunikasi dan Digital pada November 2025, anak usaha Surge menguasai alokasi spektrum untuk Region I. Wilayah tersebut mencakup pulau Jawa, Maluku, hingga Papua, sementara kompetitor mengelola wilayah Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

Artikel terkait

Rekomendasi