Suse Hadirkan Inovasi Open Source dan AI Dorong Fleksibilitas Digital

Suse Hadirkan Inovasi Open Source dan AI Dorong Fleksibilitas Digital

Transformasi digital dan adopsi kecerdasan buatan (AI) kini menjadi tantangan utama bagi perusahaan dalam menjaga ketahanan sistem serta efisiensi biaya. Inovasi infrastruktur terus dikembangkan guna memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan lingkungan TI modern, mulai dari Linux hingga edge computing.

Dilansir dari Suara, konferensi tahunan Susecon memperkenalkan sejumlah terobosan teknologi dan kemitraan strategis untuk memperkuat ekosistem open source. Langkah ini bertujuan membantu organisasi menyederhanakan kompleksitas sistem tanpa terikat pada satu vendor tertentu.

Suse memberikan kebebasan bagi pelanggan dalam menentukan cara membangun dan menerapkan sistem TI mereka. Melalui kolaborasi terbaru, perusahaan berupaya mempercepat inovasi dengan tetap memprioritaskan keamanan serta fleksibilitas operasional di berbagai lingkungan kerja.

"Deretan kemitraan dan inovasi produk di Susecon tahun ini menegaskan kembali komitmen kami terhadap open source dan visi untuk membantu pelanggan menghilangkan hambatan guna menghindari ketergantungan pada satu vendor (vendor lock-in)," kata Dirk-Peter van Leeuwen, CEO Suse.

Salah satu inovasi unggulan yang diperkenalkan adalah Suse AI Factory bersama Nvidia. Platform perangkat lunak terpadu ini dirancang untuk membangun, mengelola, dan mengatur aplikasi AI perusahaan secara konsisten, baik di pusat data maupun lingkungan edge.

Solusi tersebut mengedepankan konsep keamanan zero-trust dan kedaulatan digital agar data sensitif tetap terlindungi dalam infrastruktur privat. Selain itu, Suse menjalin kemitraan dengan Switch untuk mempercepat pengembangan sistem Digital Twin menggunakan platform open-source terpadu.

Kolaborasi dengan Switch memanfaatkan pustaka Suse AI serta Nvidia Omniverse guna memungkinkan simulasi performa pusat data secara real-time. Suse juga memperluas ekosistem AI berbasis agen yang terintegrasi dengan berbagai platform untuk operasional otonom.

Riset internal Suse pada tahun 2026 menunjukkan bahwa 98% perusahaan menempatkan kedaulatan digital sebagai prioritas strategis. Namun, baru sekitar 52% organisasi yang sudah mengimplementasikan strategi tersebut secara nyata dalam operasional mereka.

Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan kedaulatan di tengah percepatan modernisasi infrastruktur berbasis AI. Untuk mendukung transisi tersebut, Suse menggandeng Cloudbase Solutions melalui integrasi alat migrasi Coriolis®.

Teknologi migrasi ini memungkinkan perusahaan memindahkan beban kerja virtual dari VMware atau cloud publik ke SUSE Virtualization tanpa mengalami downtime. Solusi ini juga mencakup dukungan untuk lingkungan SAP yang bersifat kritis bagi keberlangsungan bisnis perusahaan.

Artikel terkait

Rekomendasi