Susu Mbok Darmi menggelar kegiatan bertajuk Nyusu After Office yang berlangsung di Rumah Wijaya. Acara ini diselenggarakan untuk memfasilitasi para profesional muda dalam membangun relasi sekaligus bertukar wawasan melalui konsep diskusi yang santai dan suportif.
Seperti dikutip dari Suara, para pekerja muda masa kini menghadapi realita baru berupa tuntutan untuk terus meningkatkan kapasitas diri di luar jam kerja agar tidak tertinggal. Tekanan tersebut mendorong mereka aktif mencari ruang belajar baru, mulai dari sesi berbagi hingga diskusi mengenai artificial intelligence (AI).
Menjawab kebutuhan tersebut, acara Nyusu After Office hadir dengan mengangkat tema "AI vs Humans: Who Stays Relevant?". Kegiatan ini mengombinasikan jaringan profesional, diskusi teknologi, dan suasana berkumpul setelah pulang kantor yang kaya akan informasi.
Susu Mbok Darmi yang awalnya bergerak sebagai brand susu segar lokal kini ikut bertransformasi menjadi ruang interaksi komunitas. Melalui aktivasi yang relevan dengan gaya hidup generasi produktif, brand ini menawarkan pendekatan baru dalam membangun koneksi yang lebih autentik.
CEO Susu Mbok Darmi, Dhony Pratama, menjelaskan bahwa generasi pekerja saat ini memerlukan wadah berkumpul yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menawarkan kenyamanan secara emosional.
"Sekrung anak muda bukan cuma cari acara yang insightful, tapi juga yang nyaman secara emosional. Mereka ingin tempat untuk connect, recharge, dan merasa tidak sendirian menghadapi tekanan dunia kerja modern," ujarnya.
Berbeda dari seminar karier konvensional, acara ini dikemas menyerupai ruang sosial modern. Para peserta yang datang setelah jam kantor dapat menikmati free flow susu segar, mengikuti sesi berbagi, serta berjejaring secara santai dengan profesional dari berbagai sektor industri.
Menjadikan AI Sebagai Alat Bantu Pekerjaan
Diskusi ini menghadirkan sejumlah pembicara dari industri kreatif dan digital, di antaranya Airlangga Aridharma, Edward Santoso, dan Riska Putri. Mereka membedah dampak AI terhadap perubahan cara kerja manusia, pergeseran keahlian, hingga kemampuan yang tetap penting dipertahankan seperti komunikasi, kreativitas, kepemimpinan, dan relasi.
Para pembicara menekankan bahwa kecerdasan buatan harus dipandang sebagai alat bantu untuk mempermudah pekerjaan, bukan dianggap sebagai ancaman. Oleh karena itu, kemampuan beradaptasi dan kecakapan dalam menggunakan AI secara efektif menjadi kunci penting dalam pengembangan karier generasi muda.
Suasana ruang jejaring dikonsep secara intim dengan atmosfer hangat khas tempat nongkrong setelah kerja. Melalui slogan "Work - Connect - Nyusu", brand lokal ini berupaya menjadi bagian dari gaya hidup produktif para pekerja urban yang tetap mencari interaksi langsung di tengah dunia yang serba digital.