Penyedia solusi penyimpanan data, Synology, mengumumkan keberhasilannya meraih predikat sebagai Strong Performer dalam laporan 2026 Gartner Voice of the Customer for Backup and Data Protection Platforms. Seperti diberitakan oleh Medcom, perusahaan ini berhasil memperoleh skor kepuasan pelanggan yang sangat tinggi, mencapai 4,9 dari 5 bintang.
Hasil riset tersebut juga mengungkapkan bahwa sebanyak 98% pemimpin IT menyatakan kesediaan mereka untuk merekomendasikan jajaran solusi milik Synology kepada organisasi lain. Pencapaian ini memperkuat posisi perusahaan dalam industri perlindungan data global.
Pilar utama yang mendorong perolehan pengakuan bergengsi ini adalah kehadiran ActiveProtect. Solusi backup terbaru ini dirancang secara khusus guna menjawab berbagai tantangan pengelolaan informasi digital yang kian kompleks bagi korporasi modern.
Sistem ActiveProtect menawarkan pendekatan yang diklaim lebih ringkas, terpusat, serta efisien dalam mengamankan aset digital perusahaan. Kehadiran teknologi ini menjadi krusial di tengah eskalasi ancaman siber, khususnya serangan ransomware yang semakin agresif.
Executive Vice President of the Synology Data Protection Group, Jia-Yu Liu, menjelaskan bahwa momentum kuat yang dibangun oleh ActiveProtect mulai menggeser solusi tradisional yang terpisah-pisah menuju pendekatan perlindungan data yang lebih terintegrasi.
Hingga saat ini, penetrasi teknologi perlindungan data milik perusahaan tercatat telah mengamankan lebih dari 31 juta beban kerja sektor korporasi di berbagai belahan dunia.
Urgensi Pemulihan Cepat bagi Pasar Indonesia
Kebutuhan terhadap strategi perlindungan data di pasar Indonesia kini menjadi kian mendesak seiring laju transformasi digital yang masif serta ketergantungan bisnis yang tinggi pada data operasional. Indonesia Country Manager Synology, Clara Hsu, menegaskan bahwa kepemilikan salinan cadangan saja kini sudah tidak lagi memadai bagi sebuah organisasi.
Fokus utama manajemen informasi saat ini telah bergeser pada kapasitas memulihkan data secara cepat, aman, tanpa mengalami modifikasi sedikit pun ketika terjadi insiden atau serangan siber. Kemampuan pemulihan ini menjadi sangat vital bagi sektor-sektor kritis seperti industri finansial, instansi pemerintahan, manufaktur, hingga penyedia layanan publik.
Implementasi Strategi Backup 3-2-1-1-0
Sebagai langkah nyata memperkuat lini pertahanan siber korporasi, perusahaan terus mengampanyekan implementasi strategi Backup 3-2-1-1-0 yang komprehensif. Metode ini memandu organisasi untuk mengamankan aset digital melalui beberapa lapisan perlindungan terstruktur.
Skema perlindungan tersebut melibatkan pembuatan tiga salinan data yang disimpan ke dalam dua jenis media penyimpanan yang berbeda. Selanjutnya, satu salinan wajib ditempatkan di lokasi fisik terpisah, sementara satu salinan lainnya disimpan secara offline atau dalam format yang tidak dapat diubah (immutable).
Tahapan akhir dari strategi perlindungan ini dijalankan dengan melakukan verifikasi pemulihan secara berkala guna memastikan tidak adanya kesalahan teknis sekaligus menjamin kesiapan sistem saat kondisi darurat.