Perjalanan menuju Tanah Suci bagi umat Islam merupakan awal dari proses spiritual yang sarat akan makna dan harapan atas keberkahan. Selain persiapan teknis seperti logistik dan kesehatan, shalat safar menjadi amalan yang sangat dianjurkan sebelum memulai perjalanan jauh.
Ibadah sunnah ini dilakukan sebagai bentuk penyerahan diri dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT. Dilansir dari Cahaya, shalat safar merupakan ikhtiar batin yang dilakukan sesaat sebelum seseorang meninggalkan rumah untuk menunaikan ibadah haji ke Makkah.
Anjuran melakukan shalat dua rakaat ini bersandar pada hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Hadis tersebut menegaskan bahwa melaksanakan shalat sebelum keluar rumah dapat menjaga seseorang dari berbagai keburukan selama di perjalanan.
Seperti ibadah lainnya, shalat safar harus diawali dengan niat yang mantap di dalam hati. Berikut adalah lafal niat shalat safar dua rakaat:
ุฃูุตููููู ุณููููุฉู ุงูุณููููุฑู ุฑูููุนูุชููููู ููููููู ุชูุนูุงููู
Artinya: "Aku niat shalat sunnah safar dua rakaat karena Allah Taโala."
Secara teknis, pelaksanaannya serupa dengan shalat sunnah pada umumnya yang terdiri dari dua rakaat. Namun, terdapat anjuran khusus mengenai pembacaan surah pendek setelah Al-Fatihah untuk memperkuat makna tauhid.
Pada rakaat pertama, jamaah dianjurkan membaca Surah Al-Kafirun sebagai simbol keteguhan tauhid. Sementara pada rakaat kedua, dianjurkan membaca Surah Al-Ikhlas yang menegaskan kemurnian iman kepada Allah SWT sebelum menempuh perjalanan panjang.
Doa Setelah Shalat Safar
Setelah mengakhiri shalat dengan salam, umat Islam disarankan memanjatkan doa khusus. Doa ini berisi permohonan agar perjalanan dijauhkan dari kesulitan dan dipenuhi dengan ketakwaan.
ุงููููููู ูู ุฅููููููู ุชูููุฌููHูุชู ููุจููู ุงุนูุชูุตูู ูุชูุ ุงููููููู ูู ุงููููููู ู ูุง ููู ููููู ููู ูุง ููุง ุฃูููุชูู ูู ููููุ ุงููููููู ูู ุฒููููุฏูููู ุงูุชููููููู ููุงุบูููุฑู ููู ุฐูููุจูู
Doa tersebut mencerminkan ketergantungan penuh seorang hamba kepada Sang Pencipta. Setelah itu, rangkaian doa berlanjut saat jamaah benar-benar akan melangkahkan kaki keluar dari kediaman mereka.
Rangkaian Doa Sebelum Berangkat
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menerbitkan panduan mengenai doa-doa yang menyertai keberangkatan haji. Doa pertama dipanjatkan sebelum keluar rumah untuk mensyukuri kesempatan beribadah sekaligus memohon bimbingan dalam manasik.
Selanjutnya, saat berada di depan pintu, bacalah doa tawakal: "Bismillฤhi ฤmantu billฤh, bismillฤhi tawakkaltu billฤh, bismillฤhi-ta'taแนฃamtu billฤh, bismillฤhi tawakkaltu 'alallฤh, wa lฤ แธฅaula wa lฤ quwwata illฤ billฤhil-'aliyyil-'aแบฤซm."
Ketika sudah berada di dalam kendaraan atau pesawat, jamaah diingatkan untuk membaca doa yang menggambarkan kesadaran atas kuasa Allah. Doa ini merujuk pada hadis riwayat At-Thabrani yang menekankan keagungan Allah atas seluruh isi bumi dan langit.
Saat perjalanan resmi dimulai, doa yang dibaca mencakup permohonan agar Allah menjadi teman dalam perjalanan serta pelindung bagi keluarga yang ditinggalkan di tanah air. Hal ini penting untuk menjaga ketenangan hati jamaah selama menjalankan rukun Islam kelima.
Safar sebagai Transformasi Batin
Dalam perspektif tasawuf, Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa perjalanan atau safar adalah momentum muhasabah. Manusia diajak meninggalkan kenyamanan duniawi untuk mendekatkan diri kepada Sang Khalik secara totalitas.
Haji menjadi puncak dari perjalanan fisik dan batin tersebut. Setiap langkah awal yang dimulai dengan shalat safar dan doa memiliki nilai simbolik tentang keseimbangan antara usaha manusia (ikhtiar) dan kepasrahan kepada Tuhan (tawakal).
Melalui ibadah ini, perjalanan ke Tanah Suci tidak lagi dipandang sebagai perpindahan jarak geografis semata. Ia bertransformasi menjadi langkah awal menuju perubahan diri yang lebih mendalam dan pembersihan jiwa yang hakiki.