Tata Cara Dzikir dan Doa Setelah Sholat Hajat Sesuai Sunnah

Tata Cara Dzikir dan Doa Setelah Sholat Hajat Sesuai Sunnah

Sholat hajat merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan seorang muslim saat memiliki keinginan atau kebutuhan khusus kepada Allah SWT. Dilansir dari Cahaya, umat Islam dianjurkan tetap duduk untuk berdzikir dan berdoa setelah menyelesaikan dua rakaat sholat tersebut.

Aktivitas ini menjadi momen bagi seorang hamba untuk memperkuat harapan sekaligus berserah diri sepenuhnya. Imam Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa dzikir sebelum berdoa berfungsi menenangkan hati agar permohonan lebih khusyuk.

Dzikir dibaca segera setelah salam sebagai bentuk pengagungan kepada Sang Pencipta dan penyucian batin. Berikut adalah urutan bacaan dzikir yang dapat diamalkan:

1. Istighfar

ุฃูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู ุงู„ู„ู‡ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู…ูŽ

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung." Istighfar menjadi pembuka karena kesadaran manusia akan keterbatasan dan dosa-dosanya.

2. Tasbih

Artinya: "Maha Suci Allah." Kalimat ini mengingatkan bahwa Allah SWT terbebas dari segala bentuk kekurangan.

3. Tahmid

ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู

Artinya: "Segala puji bagi Allah." Tahmid merupakan bentuk syukur hamba atas nikmat yang telah diterima selama ini.

4. Takbir

ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู

Artinya: "Allah Maha Besar." Kalimat takbir menegaskan bahwa tidak ada kekuatan yang mampu melampaui kebesaran Allah SWT.

5. Tahlil

ู„ูŽุง ุฅูู„ูฐู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู„ู‡ู

Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah." Tahlil menjadi puncak pengakuan tauhid seorang muslim.

Salawat dan Doa Sholat Hajat

Setelah berdzikir, umat Islam disarankan membaca salawat sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad dalam buku Shalawat dan Keutamaannya menyebut salawat sebagai pembuka pintu terkabulnya doa.

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad."

Selanjutnya, pembaca dapat mengamalkan doa yang dikutip dari literatur klasik Hisnul Muslim karya Saโ€™id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani berikut ini:

ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุญูŽู„ููŠู’ู…ู ุงู„ูƒูŽุฑููŠู’ู…ู ุŒ ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ุนูŽุฑู’ุดู ุงู„ุนูŽุธููŠู’ู… ุŒ ุงู„ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ ุŒ ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ู…ููˆู’ุฌูุจูŽุงุชู ุฑูŽุญู’ู…ูŽุชููƒูŽ ุŒ ูˆูŽุนูŽุฒูŽุงุฆูู…ูŽ ู…ูŽุบู’ููุฑูŽุชููƒูŽ ุŒ ูˆูŽุงู„ุบูŽู†ููŠู’ู…ูŽุฉูŽ ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ุจูุฑู‘ู ุŒ ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ูŽุฉูŽ ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ุฅูุซู’ู…ู ุŒ ู„ูŽุง ุชูŽุฏูŽุนู’ ู„ููŠ ุฐูŽู†ู’ุจู‹ุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ุบูŽููŽุฑู’ุชูŽู‡ู ุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ู‡ูŽู…ู‘ู‹ุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ููŽุฑู‘ูŽุฌู’ุชูŽู‡ู ุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุญูŽุงุฌูŽุฉู‹ ู‡ููŠูŽ ู„ูŽูƒูŽ ุฑูุถู‹ุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ู‚ูŽุถูŽูŠู’ุชูŽู‡ูŽุง ูŠูŽุง ุฃูŽุฑู’ุญูŽู…ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุงุญูู…ููŠู’ู†ูŽ

Lฤ ilฤha illallฤhul halฤซmul karฤซm. Subhฤnallฤhi rabbil โ€˜arsyil โ€˜azhฤซm. Alhamdulillฤhi rabbil โ€˜ฤlamฤซn. Asโ€™aluka mรปjibฤti rahmatik, wa โ€˜azฤโ€™ima maghfiratik, wal ghanฤซmata min kulli birrin, was salฤmata min kulli itsmin. Lฤ tadaโ€˜ lฤซ dzanban illฤ ghafartah, wa lฤ hamman illฤ farrajtah, wa lฤ hฤjatฤn hiya laka ridhan illฤ qadhaitahฤ yฤ arhamar rฤhimฤซn.

Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Lembut lagi Maha Mulia. Maha Suci Allah, Tuhan pemilik Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Aku memohon kepada-Mu sebab-sebab rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, keberuntungan dalam setiap kebaikan, dan keselamatan dari segala dosa. Jangan Engkau biarkan dosa kecuali Engkau ampuni, tidak pula kesedihan kecuali Engkau hilangkan, dan tidak pula kebutuhan yang Engkau ridhai kecuali Engkau kabulkan, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih."

Urutan Pelaksanaan Agar Khusyuk

Agar ibadah lebih tertata, urutan dimulai dengan menyelesaikan dua rakaat sholat hajat, lalu membaca istighfar. Dilanjutkan dengan tasbih, tahmid, takbir, tahlil, serta salawat sebelum membaca doa utama dan menyampaikan permohonan pribadi.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa dzikir berfungsi membersihkan hati, sedangkan doa adalah bentuk penghambaan yang jujur. Keduanya saling melengkapi dalam membangun kedekatan spiritual.

Apabila keinginan belum terkabul, hal itu bukan berarti doa ditolak. Dalam ajaran Islam, jawaban doa bisa saja ditunda, diganti dengan yang lebih baik, atau menjadi penghalang dari keburukan sesuai ketetapan-Nya.

Artikel terkait

Rekomendasi