Penampilan atlet ski Eileen Gu menjadi pusat perhatian di ajang Met Gala 2026 melalui busana unik yang mampu mengeluarkan gelembung sabun secara otomatis. Dilansir dari Wolipop, atlet berusia 22 tahun tersebut mengenakan gaun inovatif yang memadukan estetika tinggi dengan kecanggihan teknologi terkini.
Busana yang dinamakan Airo dress ini merupakan hasil rancangan desainer ternama Iris van Herpen. Proses pembuatan gaun tersebut membutuhkan waktu sekitar 2.550 jam dan tersusun dari 15.000 gelembung kaca yang diaplikasikan secara mendetail pada material kain.
Keajaiban muncul saat Eileen melangkah di tangga ikonik Met Gala, di mana gelembung-gelembung gas keluar dan melayang di sekeliling tubuhnya. Fenomena visual ini menciptakan kesan magis seolah sang atlet keluar dari dunia dongeng di hadapan para tamu dan fotografer.
Kecanggihan gaun ini berasal dari integrasi perangkat keras di dalam struktur pakaian. Iris van Herpen bekerja sama dengan studio kreatif AA Murakami yang berbasis di Tokyo dan London untuk menanamkan alat microprocessor ke dalam gaun berwarna nude peach tersebut.
Dikutip dari Dezeen, tim desain memprogram microprocessor tersebut untuk mengatur pelepasan gelembung gas secara presisi. Sistem ini dirancang sedemikian rupa sehingga menciptakan ilusi gelembung yang seolah terlepas dari kain sebelum akhirnya menghilang di udara.
Secara teknis, material gaun dibuat khusus agar dapat melekat sempurna pada lekuk tubuh Eileen Gu. Setiap gelembung kaca ditempelkan menggunakan perekat berkekuatan tinggi yang proses pengeringannya dibantu oleh paparan sinar UV untuk memastikan ketahanan struktur.
Filosofi Anatomi Atom
Iris van Herpen menjelaskan bahwa rancangan ini bukan sekadar pencapaian teknologi, melainkan memiliki makna filosofis yang mendalam mengenai eksistensi manusia. Desain tersebut merupakan interpretasi visual terhadap struktur pembentuk tubuh pada tingkat mikroskopis.
"Gaun ini mencerminkan anatomi atom tubuh manusia – yang terdiri dari 99,9 persen ruang kosong – gelembung-gelembung berwarna-warni yang mengambang. Menafsirkan bahwa tubuh bukan sebagai benda padat, tetapi medan materi dan energi yang dinamis," ujar Iris Van Herpen.
Melalui karya ini, Iris van Herpen kembali menegaskan reputasinya sebagai perancang busana yang konsisten mengeksplorasi batas antara mode, sains, dan teknologi melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu.