Ketergantungan terhadap infrastruktur dan teknologi global kini berdampak pada ketahanan ekonomi serta keamanan data nasional. Guna mengatasi tantangan ini, penguatan ekosistem digital yang berdaulat menjadi hal krusial bagi kepentingan hukum dan kendali negara.
Dilansir dari Nasional, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mendorong penguatan kolaborasi nasional melalui gelaran Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026. Langkah ini bertujuan agar Indonesia mampu mengembangkan, mengelola, serta memonetisasi aset digitalnya sendiri, sekaligus memperkuat posisi di rantai nilai ekonomi digital global.
Forum strategis lintas sektor ini juga meluncurkan Charter of Digital Sovereignty sebagai bentuk komitmen bersama. Selain itu, Telkom memperkenalkan inisiatif AdyaCakra sebagai bagian dari pengembangan berdaulat pada sektor cloud, kecerdasan buatan (AI), dan keamanan siber.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Edwin Hidayat Abdullah, menyampaikan pandangannya terkait langkah ini.
"Transformasi digital nasional tidak hanya berbicara mengenai percepatan adopsi teknologi, tetapi juga bagaimana Indonesia memiliki kapasitas, ketahanan, dan kendali terhadap infrastruktur serta ekosistem digitalnya sendiri. Kolaborasi lintas sektor menjadi sangat penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi global, tetapi juga mampu membangun kapabilitas digital nasional yang kuat dan berkelanjutan," ujar Edwin.
Isu perlindungan data nasional juga mendapat sorotan dari Deputi IV Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Slamet Aji Pamungkas. Ia menekankan pentingnya penguasaan sistem enkripsi dalam menjaga kedaulatan data.
"Data strategis nasional perlu dikelola dan berada dalam yurisdiksi Indonesia agar operasional, ownership, dan aspek pengamanannya dapat dikendalikan secara optimal. Termasuk di dalamnya penguasaan terhadap sistem enkripsi sebagai bagian penting dalam menjaga keamanan data nasional, dengan tetap terbuka terhadap perkembangan teknologi global," tandasnya.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menilai momentum ini harus menjadi titik balik penguatan posisi Indonesia di kancah regional. Kedaulatan teknologi digital diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Indonesia memiliki peluang besar untuk tidak hanya menjadi pasar digital, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan ekosistem teknologi regional. Karena itu, penguatan cloud, AI, dan cybersecurity Indonesia menjadi fondasi penting agar data, intelligence, dan nilai ekonomi digital nasional dapat tumbuh serta memberikan manfaat lebih besar bagi Indonesia sendiri," pungkas Seno.
Seno Soemadji juga menambahkan harapan terkait inisiatif baru yang diluncurkan dalam forum tersebut.
"AdyaCakra diharapkan dapat menjadi bagian dari kontribusi Telkom dalam memperkuat fondasi digital sovereignty Indonesia, sekaligus mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan ekosistem ekonomi digital yang lebih kuat, adaptif, dan berdaya saing global," tambah Seno.
Sebagai bagian dari strategi transformasi TLKM 30, Telkom memposisikan diri sebagai Orkestrator Ekosistem Digital Nasional. Perusahaan mengadopsi kemampuan AI melalui lima pilar AI Center of Excellence (AI CoE).
Pilar tersebut meliputi AI Campus untuk riset bersama kampus, AI Playground sebagai ruang kreasi developer, dan AI Connect untuk wadah komunitas. Selain itu, terdapat AI Hub sebagai penyedia solusi industri serta AI Native untuk penerapan internal perusahaan.