PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. melalui anak usahanya, Telin, resmi mengoperasikan Sistem Kabel Laut Pukpuk (Puk-Puk 1) di Jayapura, Papua, pada Sabtu (9/5/2026). Infrastruktur ini menjadi jembatan digital pertama yang menghubungkan Indonesia secara langsung dengan Papua Nugini untuk memperkuat ketahanan jaringan di kawasan timur.
Proyek ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan PNG DataCo yang dirancang untuk membuka koridor konektivitas baru menuju kawasan Asia-Pasifik. Dilansir dari Bisnis.com, pembangunan infrastruktur tersebut bertujuan mendukung pertumbuhan ekonomi digital serta memperluas akses komunikasi di wilayah perbatasan kedua negara.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Angga Raka Prabowo, menghadiri langsung proses peresmian bersama jajaran direksi Telkom dan perwakilan Pemerintah Papua Nugini. Angga menekankan bahwa percepatan transformasi digital melalui pemerataan pembangunan merupakan program kerja prioritas nasional.
“Konektivitas harus dibangun secara merata, tidak terkonsentrasi, dan berkelanjutan agar seluruh wilayah, termasuk Kawasan Timur Indonesia, memiliki kesempatan sama untuk tumbuh dalam ekosistem ekonomi digital,” ujar Angga Raka Prabowo, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi).
Sistem kabel laut Pukpuk dikategorikan sebagai kabel lintas batas (cross-border) pertama di Asia-Pasifik yang mengoneksikan jaringan kedua negara secara langsung. Stasiun pendaratan (landing station) di Jayapura yang dikelola Telin berfungsi sebagai gerbang utama menuju Kumul Telkom Holdings milik Papua Nugini.
Infrastruktur ini mengalirkan kapasitas data dari kabel internasional SEA-US menuju provinsi-provinsi di Papua Nugini melalui Vanimo. Dengan beroperasinya jalur ini, Jayapura kini memiliki dua jalur konektivitas internasional mandiri, yakni jalur Sulawesi-Maluku-Papua dan jalur Vanimo-Jayapura yang tersambung hingga Los Angeles, Amerika Serikat.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bukti bahwa wilayah Indonesia Timur adalah bagian penting dari ekosistem konektivitas global. Keberadaan rute alternatif ini menjamin kelangsungan layanan digital yang lebih tangguh bagi masyarakat dan pelaku usaha di Papua.
“Kami berharap inisiatif ini memperkuat konektivitas Indonesia Timur serta membuka peluang kolaborasi digital di tingkat regional maupun global,” kata Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom.
CEO PNG DataCo, Paul Komboi, memberikan pandangan tambahan mengenai sinergi infrastruktur ini. Menurutnya, posisi geografis yang berdekatan antara Indonesia dan Papua Nugini sudah sepantasnya didukung oleh ketersediaan infrastruktur digital yang kuat untuk kemajuan bersama.
Kerja sama antara Telin dan PNG DataCo diharapkan terus berlanjut berdasarkan semangat saling mendukung demi menciptakan manfaat bagi masyarakat di kedua negara. Infrastruktur ini kini menjadi aset vital dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci digital di kawasan Pasifik.