PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) meresmikan Sistem Kabel Laut Pukpuk (Puk-Puk 1) di Jayapura, Papua, pada Jumat (8/5). Proyek hasil kolaborasi dengan PNG DataCo ini bertujuan memperkuat infrastruktur konektivitas digital lintas negara di kawasan Indonesia Timur dan Papua Nugini.
Hadirnya infrastruktur ini membuka jalur komunikasi baru menuju kawasan Asia-Pasifik guna mendukung pertumbuhan ekonomi digital serta memperluas akses di wilayah perbatasan. Dilansir dari Detik iNET, peresmian ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara dan pimpinan perusahaan telekomunikasi terkait.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo menekankan pentingnya pemerataan akses internet sebagai fondasi pembangunan nasional yang inklusif. Ia menyebut percepatan transformasi digital merupakan program prioritas agar seluruh wilayah memiliki kesempatan tumbuh yang sama.
"Program kerja prioritas nasional menekankan pentingnya percepatan transformasi digital dalam pemerataan pembangunan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing. Sehingga konektivitas harus dibangun secara merata, tidak terkonsentrasi, dan berkelanjutan agar seluruh wilayah, termasuk Kawasan Timur Indonesia, agar dapat memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dalam ekosistem ekonomi digital," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (11/5/2026).
Wamenkomdigi juga menyampaikan apresiasi atas langkah TelkomGroup dalam membangun infrastruktur yang mampu meningkatkan ketahanan jaringan nasional. Keberadaan kabel ini diharapkan dapat memberi manfaat luas bagi masyarakat di berbagai penjuru negeri.
"Pukpuk Cable yang dibangun oleh TelkomGroup menjadi bagian penting dalam menciptakan pemerataan konektivitas yang lebih andal, resilien, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di Indonesia Timur, Papua Nugini, maupun seluruh penjuru negeri," ungkap Angga Raka Prabowo.
Sistem kabel laut Pukpuk merupakan jalur lintas batas pertama di Asia-Pasifik yang mengintegrasikan jaringan Indonesia langsung ke Papua Nugini melalui landing station di Jayapura. Melalui fasilitas ini, kapasitas kabel internasional SEA-US dapat diteruskan hingga ke wilayah Vanimo di Papua Nugini.
Infrastruktur baru ini memberikan Jayapura dua jalur konektivitas internasional mandiri yang meningkatkan ketahanan digital di tanah Papua. Jalur tersebut menghubungkan wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua, serta rute alternatif dari Jayapura menuju Los Angeles, Amerika Serikat.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan bahwa proyek ini merupakan bukti komitmen perusahaan dalam memastikan Indonesia Timur menjadi bagian integral dari ekosistem global. Penguatan infrastruktur digital ini diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi di tingkat regional.
"Dengan Pukpuk, TelkomGroup tidak hanya memperkuat infrastruktur digital di Papua, tetapi juga membuktikan bahwa Indonesia Timur adalah bagian integral dari ekosistem konektivitas global. Ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk memastikan tidak ada satu pun wilayah Indonesia yang tertinggal dalam era digital. Kami berharap inisiatif ini dapat memperkuat konektivitas Indonesia Timur serta membuka peluang kolaborasi digital di tingkat regional maupun global," ujar Dian Siswarini.
Telin memegang peranan sentral mulai dari tahap perencanaan hingga komersialisasi kabel Pukpuk untuk menjembatani kesenjangan akses antarnegara. Perusahaan terus berkomitmen menghadirkan infrastruktur berkelas dunia guna mendukung masa depan yang lebih terhubung.
"Kabel Pukpuk adalah bukti nyata bahwa TelkomGroup melalui Telin mampu menjembatani kesenjangan digital antar negara. Kami bangga menjadi bagian dari sejarah konektivitas kawasan Asia-Pasifik dan berkomitmen untuk terus menghadirkan infrastruktur digital berkelas dunia demi masa depan yang lebih terhubung," papar Dian Siswarini.
CEO PNG DataCo Paul Komboi menilai kedekatan geografis kedua negara harus didukung oleh jaringan digital yang kuat dan resilien. Kolaborasi ini dianggap sebagai awal dari integrasi digital yang lebih mendalam antara Papua Nugini dan Indonesia untuk menciptakan manfaat bersama bagi masyarakat.