Telkomsel Luncurkan Tiga Pilar Sustainability Jaga Cita Jaga Data Jaga Bumi

Telkomsel Luncurkan Tiga Pilar Sustainability Jaga Cita Jaga Data Jaga Bumi

Komitmen dalam menjalankan bisnis berkelanjutan terus diperkuat oleh Telkomsel melalui berbagai inisiatif strategis. Langkah ini difokuskan pada pemberdayaan masyarakat, perlindungan data, serta pelestarian lingkungan.

Seperti dikutip dari Medcom, pendekatan sustainability tersebut dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni Jaga Cita, Jaga Data, dan Jaga Bumi. Upaya ini dilakukan demi menciptakan dampak bermakna bagi generasi mendatang.

Komisaris Utama Telkomsel yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI, Diaz F.M. Hendropriyono, menilai dunia usaha memiliki peran penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang dampaknya semakin nyata dirasakan.

"Perubahan iklim adalah tantangan nyata yang dampaknya sudah dan akan semakin dirasakan. Dunia usaha perlu mengambil peran lebih besar untuk mendorong praktik yang lebih hijau dan berkelanjutan," tutur Diaz.

"Saya mengapresiasi Telkomsel yang, meskipun tidak berada di sektor ekstraktif, tetap menunjukkan kepedulian nyata terhadap keberlanjutan. Perusahaan yang menjaga keberlanjutan akan semakin dipercaya dan memiliki nilai lebih di mata masyarakat, terutama bagi generasi masa depan," ujarnya.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Telkomsel meyakini bahwa perusahaan tidak mungkin maju sendirian tanpa lingkungan dan masyarakat di sekitarnya ikut berkembang. Sebesar apa pun pertumbuhan yang kita capai, semuanya akan kehilangan makna jika lingkungan tidak terjaga dan kualitas hidup masyarakat ikut menurun," kata Nugroho.

"Kami telah dan akan terus berinovasi dan berkembang agar kontribusi keberlanjutan Telkomsel semakin terasa, baik dari sisi jangkauan maupun kualitas dampaknya," imbuh Nugroho.

Melalui pilar Jaga Cita, perluasan akses digital terus digenjot untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam berpartisipasi di ekosistem ekonomi digital.

Sepanjang 2025, perusahaan telah melayani 156,1 juta pelanggan mobile serta 10,3 juta pelanggan IndiHome B2C. Operasional ini didukung oleh lebih dari 293 ribu BTS di seluruh Indonesia, termasuk menjangkau 360 desa blank spot.

Pengembangan kapasitas eksternal dilakukan dengan membina sekitar 90 ribu pelajar, pelaku UMKM, komunitas, dan talenta muda lewat program sosial digital. Di sisi internal, peningkatan kompetensi karyawan difokuskan pada bidang kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan data science.

Pilar Jaga Data: Keamanan Siber Berstandar Internasional

Perlindungan data pelanggan menjadi prioritas utama yang diadopsi ke dalam pilar Jaga Data.

Sistem tata kelola informasi diperkuat dengan menerapkan berbagai standar internasional. Beberapa di antaranya meliputi sertifikasi ISO 27001, ISO 27701, dan ISO 25010.

Penerapan standar ini menjadi langkah nyata untuk menjamin bahwa seluruh layanan digital yang dihadirkan tetap aman, andal, dan bertanggung jawab.

Pilar Jaga Bumi: Energi Terbarukan dan Pengelolaan Limbah

Dampak operasional terhadap lingkungan ditekan secara signifikan melalui program-program di dalam pilar Jaga Bumi.

Hingga tahun 2025, sebanyak 361 BTS milik perusahaan telah memanfaatkan pasokan energi terbarukan yang bersumber dari panel surya serta mikrohidro.

Pengelolaan terhadap seluruh limbah elektronik yang dihasilkan juga telah menerapkan skema recycle, reuse, maupun refurbish secara menyeluruh. Selain itu, material kertas ramah lingkungan kini digunakan sebagai bahan baku kemasan kartu SIM.

Program dekarbonisasi ini diperkuat lewat penanaman lebih dari 12 ribu pohon mangrove sepanjang tahun 2025. Ketahanan aset infrastruktur seperti BTS, Telkomsel Telecommunication Center (TTC), dan gedung operasional juga terus ditingkatkan dari risiko perubahan iklim.

Dampak ekonomi dari aktivitas bisnis ini turut didistribusikan kembali kepada pemangku kepentingan. Sepanjang 2025, sekitar 83 persen dari total pendapatan disalurkan kepada pemerintah, pemegang saham, pemasok, serta karyawan, yang ditopang oleh 235 ribu mitra outlet ritel.

Direktur Planning & Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, menegaskan bahwa perjalanan menuju bisnis berkelanjutan membutuhkan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan.

"Perjalanan menuju bisnis berkelanjutan hanya bisa dijalankan melalui kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan," ucapnya.

"Telkomsel ingin terus mendorong kolaborasi agar kita bisa bergerak bersama menciptakan dampak nyata bagi Indonesia. Kami berharap dapat menjadi teladan, katalis, dan sumber inspirasi dalam menjaga bumi, membangun generasi masa depan yang lebih berkelanjutan," jelas Wong Soon Nam.

Langkah strategis ini menjadi bagian dari kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung peta jalan GoZero Telkom Group demi mencapai target Net Zero 2060.

Artikel terkait

Rekomendasi