Telkomsel Perluas Jaringan 5G ke 107 Kota pada 2026

Telkomsel Perluas Jaringan 5G ke 107 Kota pada 2026

PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) menargetkan perluasan jangkauan jaringan 5G hingga mencakup 107 kota di seluruh Indonesia pada tahun 2026. Langkah ekspansi ini bertujuan untuk mengoptimalkan efisiensi operasional perusahaan sekaligus memfasilitasi lonjakan penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di masyarakat.

Target jangkauan tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 33,7 persen dibandingkan pencapaian pada akhir 2025 yang baru menyentuh 80 kota. Fokus pembangunan infrastruktur baru ini akan menyasar wilayah dengan populasi tinggi serta kota-kota besar di berbagai provinsi, sebagaimana dilansir dari Teknologi.

Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna, menyatakan bahwa terdapat puluhan lokasi baru yang akan segera mendapatkan akses sinyal generasi kelima tersebut dalam kurun waktu satu tahun ke depan.

"Akan ada penambahan sekitar 27 kota baru sepanjang tahun ini. Strategi pemilihan kota tetap berfokus pada wilayah dengan populasi tinggi dan kota-kota besar di seluruh Indonesia," ujar Indra Mardiatna, Direktur Network Telkomsel.

Sejumlah kota strategis yang masuk dalam daftar ekspansi antara lain Jakarta, Medan, Bandung, Surabaya, Balikpapan, Makassar, hingga wilayah Bali. Meskipun penetrasi mulai merata ke luar Pulau Jawa, perusahaan tetap memprioritaskan Jawa karena menampung hampir 60 persen dari total populasi nasional.

"Di kota-kota besar, terutama kan kalau secara teknologi kebetulannya pasti yang di kota-kota besar," kata Indra Mardiatna, Direktur Network Telkomsel.

Berdasarkan data trafik saat ini, konsumsi data pelanggan Telkomsel masih didominasi oleh konten video melalui aplikasi TikTok. Kehadiran teknologi AI diprediksi akan menciptakan variasi penggunaan data baru yang memerlukan konektivitas berkecepatan tinggi dan kapasitas transmisi yang lebih besar dibandingkan standar 4G.

Teknologi 5G diklaim memiliki tingkat efisiensi spektral yang lebih maju hingga sepertiga dibandingkan teknologi sebelumnya. Hal ini memungkinkan operator untuk menurunkan biaya produksi data per gigabyte meskipun permintaan trafik terus melonjak tajam.

"Dengan bandwidth dan throughput yang lebih besar, meskipun biaya operasional serupa, hasil yang didapatkan jauh lebih baik dibanding 4G. Secara keseluruhan, biaya per gigabyte (cost per gigabyte) akan turun," tutur Indra Mardiatna, Direktur Network Telkomsel.

Upaya optimasi biaya per bit ini menjadi strategi krusial bagi Telkomsel untuk menjaga margin keuntungan di tengah tren penurunan tarif data. Perusahaan berharap penambahan infrastruktur di 27 kota baru tersebut dapat membangun ekosistem digital nasional yang lebih tangguh dan mendukung pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Artikel terkait

Rekomendasi