PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) memberikan tanggapan terkait posisi harga rata-rata internet di Indonesia yang kini menjadi termurah kedua di Asia Tenggara pada Selasa (28/4/2026). Perusahaan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara keterjangkauan bagi pelanggan dan keberlanjutan investasi industri telekomunikasi nasional.
Data Global Broadband Price League 2026 yang dilansir dari Teknologi menunjukkan harga internet di Indonesia mencapai US$10,66 atau setara Rp183,1 ribu per bulan. Angka ini menempatkan Indonesia di posisi ke-12 termurah secara global, tepat di bawah Vietnam yang memimpin di Asia Tenggara dengan biaya US$10,24.
VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menilai pencapaian harga yang terjangkau merupakan langkah positif bagi inklusi digital. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa penetapan harga harus tetap mempertimbangkan nilai layanan yang diterima oleh pengguna secara menyeluruh.
"Pendekatan harga dalam layanan broadband selalu selaras dengan value yang dirasakan pelanggan," kata Fahmi, VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel.
Fahmi menjelaskan bahwa faktor utama dalam menjaga loyalitas pelanggan adalah pengalaman penggunaan, mulai dari kestabilan koneksi hingga kecepatan akses. Dalam bisnis fixed broadband, Telkomsel mengklaim terus menerapkan strategi harga yang kompetitif demi mendukung peningkatan kualitas layanan secara bertahap bagi rumah tangga di Indonesia.
"Pendekatan ini sejalan dengan komitmen Telkomsel untuk mendukung peningkatan kualitas internet nasional dan memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global," katanya Fahmi, VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel.
Ke depannya, Telkomsel memproyeksikan industri akan bergeser ke arah layanan yang digerakkan oleh nilai (value driven). Sebagai langkah konkret, perusahaan memperkuat strategi Fixed Mobile Convergence (FMC) yang mengintegrasikan layanan seluler dan internet kabel dalam satu ekosistem terpadu guna meningkatkan produktivitas masyarakat.
"Dengan demikian, pelanggan memperoleh konektivitas sekaligus nilai tambah yang memberikan dampak nyata dalam mendukung produktivitas, hiburan, dan gaya hidup digital mereka," kata Fahmi, VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel.
Meskipun harga di Indonesia tergolong murah, laporan tersebut menyoroti tantangan pada sisi kualitas per megabit per second (Mbps). Di Indonesia, dengan kecepatan rata-rata 31,2 Mbps, biaya per Mbps mencapai sekitar Rp5.900, jauh lebih tinggi dibandingkan Singapura yang hanya membebankan biaya sekitar Rp1.380 per Mbps dengan kecepatan rata-rata 410 Mbps.
| Negara | Harga per Bulan (USD) | Kecepatan Rata-Rata (Mbps) | Biaya per Mbps (USD) |
|---|---|---|---|
| Vietnam | 10,24 | - | - |
| Indonesia | 10,66 | 31,2 | 0,34 |
| Singapura | 32,22 | 410,0 | 0,08 |
| Thailand | - | 272,6 | Rendah |