Telkomsel Terapkan Bisnis Berkelanjutan Lewat Strategi Tiga Pilar

Telkomsel Terapkan Bisnis Berkelanjutan Lewat Strategi Tiga Pilar

Komitmen terhadap bisnis berkelanjutan kini menjadi fokus utama perusahaan teknologi dan telekomunikasi di tengah ancaman perubahan iklim dunia. Langkah nyata ini diambil guna memberikan dampak positif bagi masyarakat luas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Telkomsel mempertegas langkahnya dalam menerapkan praktik bisnis berkelanjutan tersebut. Perusahaan menempatkan keberlanjutan sebagai strategi inti operasional mereka, seperti dilansir dari Suara pada Jumat (5/6/2026).

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia sekaligus Komisaris Utama Telkomsel, Diaz F.M. Hendropriyono, menggarisbawahi urgensi kontribusi dunia usaha dalam mengatasi persoalan lingkungan.

"Perubahan iklim adalah tantangan nyata yang dampaknya sudah dan akan semakin dirasakan. Dunia usaha perlu mengambil peran lebih besar untuk mendorong praktik yang lebih hijau dan berkelanjutan," ujar Diaz di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Apresiasi juga diberikan kepada perusahaan telekomunikasi ini karena dinilai konsisten menjaga komitmen lingkungan meskipun tidak bergerak di bidang industri ekstraktif.

"Saya mengapresiasi Telkomsel yang, meskipun tidak berada di sektor ekstraktif, tetap menunjukkan kepedulian nyata terhadap keberlanjutan. Perusahaan yang menjaga keberlanjutan akan semakin dipercaya dan memiliki nilai lebih di mata masyarakat, terutama bagi generasi masa depan," lanjutnya.

Implementasi strategi keberlanjutan perusahaan dijalankan melalui tiga pilar utama, yaitu Jaga Cita, Jaga Data, dan Jaga Bumi. Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyatakan bahwa kemajuan bisnis wajib berjalan selaras dengan peningkatan taraf hidup masyarakat.

"Telkomsel meyakini bahwa perusahaan tidak mungkin maju sendirian tanpa lingkungan dan masyarakat di sekitarnya ikut berkembang. Sebesar apa pun pertumbuhan yang kita achai, semuanya akan kehilangan makna jika lingkungan tidak terjaga dan kualitas hidup masyarakat ikut menurun," kata Nugroho.

Inovasi akan terus dikembangkan agar cakupan dan kualitas dampak positif dari program keberlanjutan ini dapat dirasakan secara lebih luas oleh publik.

"Kami telah dan akan terus berinovasi dan berkembang agar kontribusi keberlanjutan Telkomsel semakin terasa, baik dari sisi jangkauan maupun kualitas dampaknya," ujarnya.

Melalui pilar Jaga Cita, perluasan jangkauan layanan digital terus dioptimalkan ke berbagai wilayah. Hingga akhir 2025, perusahaan telah melayani 156,1 juta pelanggan seluler dan 10,3 juta pengguna IndiHome rumah tangga.

Operasional tersebut disokong oleh lebih dari 293 ribu BTS di Indonesia, termasuk menjangkau 360 desa yang sebelumnya masuk kategori blank spot. Kapasitas SDM digital juga ditingkatkan melalui program yang menyasar 90 ribu pelajar, pelaku UMKM, dan talenta muda.

Pilar Jaga Data dan Keamanan Informasi

Aspek perlindungan data menjadi fokus pada pilar Jaga Data guna membangun kepercayaan pelanggan. Tata kelola keamanan informasi diperkuat dengan mengadopsi standar internasional seperti ISO 27001, ISO 27701, dan ISO 25010 demi menangkal ancaman siber.

Pilar Jaga Bumi dan Reduksi Emisi Karbon

Langkah dekarbonisasi nyata diwujudkan melalui pilar Jaga Bumi. Sebanyak 361 BTS kini telah mengadopsi sumber energi terbarukan, termasuk panel surya dan mikrohidro.

Limbah elektronik dikelola penuh melalui skema recycle, reuse, dan refurbish, serta beralih ke material kertas ramah lingkungan untuk kemasan kartu SIM. Reduksi jejak karbon juga didukung lewat penanaman 12 ribu pohon mangrove.

Dari sisi ekonomi, sekitar 83 persen pendapatan tahun 2025 didistribusikan kembali kepada pemerintah, pemegang saham, pemasok, dan karyawan. Ekosistem ini turut digerakkan oleh 235 ribu mitra outlet ritel lokal.

Direktur Planning & Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, menekankan pentingnya sinergi dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan.

"Perjalanan menuju bisnis berkelanjutan hanya bisa dijalankan melalui kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan. Telkomsel ingin terus mendorong kolaborasi agar kita bisa bergerak bersama menciptakan dampak nyata bagi Indonesia," ujarnya.

Diharapkan aksi korporasi ini mampu menjadi stimulus bagi sektor industri lain dalam menjaga kelestarian bumi.

"Kami berharap dapat menjadi teladan, katalis, dan sumber inspirasi dalam menjaga bumi, membangun generasi masa depan yang lebih berkelanjutan," tutup Wong Soon Nam.

Strategi jangka panjang ini diintegrasikan dengan program GoZero dari Telkom Group demi mendukung pencapaian target Net Zero Emission 2060 yang dicanangkan pemerintah.

Artikel terkait

Rekomendasi