Tema Hari Perempuan Internasional 2026 Usung Semangat Give To Gain

Tema Hari Perempuan Internasional 2026 Usung Semangat Give To Gain

Peringatan Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (IWD) yang jatuh pada 8 Maret setiap tahunnya kembali menjadi momentum global. Dilansir dari Kiaton, perayaan ini bertujuan menghormati pencapaian perempuan di berbagai bidang sekaligus mempercepat kesetaraan gender.

Tahun 2026 menandai peringatan ke-115 tahun sejak pertama kali diselenggarakan pada 1911. Situs resmi internationalwomensday.com telah menetapkan tema resmi untuk tahun ini, yaitu "Give To Gain" atau Memberi untuk Mendapatkan.

Tema ini mengajak individu, organisasi, hingga pemerintah untuk menerapkan pola pikir kolaboratif dan murah hati. Konsep "Give To Gain" menonjolkan kekuatan timbal balik dalam memajukan posisi perempuan di masyarakat.

Berdasarkan informasi dari laman resmi IWD 2026, konsep memberi dalam tema ini bukan berarti kehilangan sesuatu. Sebaliknya, tindakan tersebut dianggap sebagai investasi bersama yang memberikan manfaat bagi semua pihak.

Beberapa bentuk pemberian yang ditekankan meliputi donasi bagi organisasi perempuan serta penyediaan akses mentoring dan pelatihan karir. Selain itu, pemberian waktu untuk advokasi guna melawan stereotip dan diskriminasi juga menjadi poin utama.

Ketika perempuan mendapatkan ruang untuk berkembang dan maju, seluruh lapisan masyarakat akan merasakan dampaknya. Prinsip ini selaras dengan slogan bahwa saat perempuan berkembang, semua pihak akan ikut bangkit bersama.

Kolaborasi Global dan Gerakan Filantropi

IWD 2026 mendorong agar peringatan tahun ini menjadi salah satu hari pemberian terbesar melalui program IWD Giving. Upaya ini dilakukan dengan menggalang dana dan memamerkan dampak nyata dari inisiatif yang mendukung perempuan serta anak perempuan.

Di sisi lain, PBB melalui UN Women menggunakan tema observasi yang sedikit berbeda namun saling melengkapi. Tema yang diusung adalah "Rights. Justice. Action. For ALL Women and Girls".

Fokus PBB terletak pada penghapusan hambatan hukum serta norma sosial yang merugikan. Gerakan ini menekankan pada tuntutan hak dan keadilan struktural bagi seluruh perempuan di dunia tanpa terkecuali.

Peringatan di Konteks Lokal Indonesia

Di Indonesia, semangat Hari Perempuan Internasional sering kali diselaraskan dengan perjuangan emansipasi nasional yang dipelopori oleh R.A. Kartini. Berbagai kegiatan biasanya digelar untuk memeriahkan momentum ini.

Agenda yang umum dilakukan meliputi seminar, diskusi publik, hingga pameran seni. Isu-isu utama yang diangkat mencakup pemberdayaan ekonomi perempuan, penanganan kekerasan, serta peningkatan akses keadilan bagi perempuan di berbagai daerah.

Artikel terkait

Rekomendasi