Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional Tiongkok resmi melarang akuisisi startup Manus AI oleh Meta Platforms senilai 2 hingga 3 miliar dolar AS pada 27 April 2026. Keputusan ini memaksa kedua pihak membatalkan transaksi karena teknologi tersebut dianggap memiliki keterkaitan mendalam dengan data dan talenta asal Tiongkok.
Manus AI merupakan agen kecerdasan buatan generasi baru yang dikembangkan oleh Butterfly Effect di Beijing pada 2022 sebelum memindahkan kantor pusat ke Singapura pada 2025. Dilansir dari Money, langkah pemindahan tersebut dikenal sebagai strategi "Singapore washing" untuk menghindari pembatasan investasi dari Amerika Serikat sekaligus aturan transfer kekayaan intelektual Tiongkok.
Pemerintah Beijing menetapkan preseden hukum baru di mana yurisdiksi teknologi mengikuti lokasi pengembangan awal, bukan tempat perusahaan terdaftar saat ini. Hal ini berdampak pada kontrol ketat terhadap pendiri perusahaan strategis dan peninjauan ulang terhadap investasi keluar di sektor kecerdasan buatan.
Kondisi ini mencerminkan pergeseran global menuju proteksionisme baru di mana aturan WTO tidak lagi dominan dalam mengatur sektor semikonduktor, AI, dan mineral kritis. Amerika Serikat sebelumnya telah menerapkan tarif tinggi terhadap Tiongkok serta kontrol ekspor terhadap chip canggih Nvidia.
Tren perpindahan kepemilikan platform digital juga terlihat di Indonesia, di mana mayoritas startup besar kini dikuasai oleh modal asing. Tokopedia saat ini dikuasai 75,01 persen oleh TikTok ByteDance, sementara kepemilikan GoTo atas unit tersebut menyusut menjadi 24,99 persen.
Data kepemilikan sejumlah platform digital di Indonesia menunjukkan dominasi investor global dibandingkan modal domestik:
| Platform | Pemegang Saham Mayoritas/Besar | Status Kepemilikan |
|---|---|---|
| Tokopedia | TikTok ByteDance (75,01%) | Asing (Tiongkok) |
| OVO | Grab Holdings (90%) | Asing (Singapura) |
| Gojek (GoTo) | SoftBank, Alibaba, GIC, Google | Dominasi Asing |
| Traveloka | GIC, QIA, Expedia, BlackRock | Dominasi Asing |
| Bukalapak | EMTEK, Ant Group (17%) | Campuran |
| Blibli | Djarum Group (75%) | Lokal Indonesia |
Dominasi asing terjadi karena startup membutuhkan modal besar melalui berbagai putaran pendanaan yang menyebabkan dilusi saham bagi pendiri lokal. Indonesia dinilai perlu memperkuat kerangka hukum peninjauan investasi pada sektor strategis guna mempertahankan kedaulatan digital di masa depan.
"Singapore washing" ini dimaksudkan mengelak pembatasan investasi Amerika sekaligus aturan China yang membatasi transfer kekayaan intelektual kata Xiao Hong, Pendiri Butterfly Effect.
Pernyataan tersebut merujuk pada alasan pemindahan operasional perusahaan ke Singapura sebelum akhirnya diblokir oleh otoritas Tiongkok. Pemerintah Tiongkok tetap menegaskan bahwa kedalaman keterkaitan teknologi dengan negara asal menjadi faktor penentu yurisdiksi.
"bawa pulang." ujar Menteri Perdagangan AS, Pejabat Amerika Serikat.
Kutipan tersebut muncul setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro pada Januari 2026 sebagai upaya Amerika Serikat mengamankan akses mineral kritis. Langkah ini dibalas Tiongkok dengan kontrol ekspor mineral langka dan pembatasan bagi pendiri perusahaan teknologi strategis.