Aktor Kenny Austin menekankan pentingnya pemilihan material pakaian yang ringan dan memiliki sirkulasi udara optimal guna menjaga kenyamanan saat melakukan aktivitas fisik luar ruangan di iklim tropis Indonesia pada Sabtu (9/5/2026). Dalam acara Uniqlo In Motion 2026 di Jakarta Pusat, ia menyoroti tantangan cuaca yang memicu produksi keringat berlebih.
Pemeran film tersebut menjelaskan bahwa aktivitas luar ruangan seperti joging, bersepeda, hingga lintas alam memerlukan pakaian yang fleksibel untuk mendukung gerakan dinamis. Penggunaan bahan yang tidak tepat dinilai berisiko memicu iritasi kulit akibat gesekan serta mengganggu konsentrasi selama berolahraga.
“Olahraga di outdoor itu capek dan tantangannya juga di cuaca yang bikin berkeringat jauh lebih banyak,” kata Kenny Austin, Aktor.
Ia menambahkan bahwa berat material pakaian menjadi faktor krusial agar tubuh tidak merasa terbebani. Kain yang terlalu tebal berisiko memerangkap panas tubuh, sehingga penggunaan serat teknologi modern atau nilon breathable lebih disarankan untuk menjaga stamina dan meminimalkan risiko kepanasan.
“Indonesia itu negara yang tropis, pasti udaranya panas dan lembab, maka perlu bahan yang ringan dan sirkulasi udara bagus,” ujar Kenny Austin, Aktor.
Kemampuan kain dalam mengelola kelembapan juga menjadi aspek yang disoroti oleh suami Amanda Manopo tersebut. Menurutnya, fitur cepat kering atau quick dry sangat membantu menjaga permukaan kulit tetap kering agar tidak terasa lengket saat intensitas latihan meningkat.
“Menurut saya, paling bagus pakai baju yang bisa menyerap keringat dan gampang kering, sehingga enggak bikin pengap dipakainya,” tutur Kenny Austin, Aktor.
Lebih lanjut, Kenny menceritakan pengalamannya mengenakan kaus berteknologi khusus saat mengikuti kelas latihan intensitas tinggi (HIIT) bersama Luna Maya dan Maxime Bouttier. Ia mengaku terkesan dengan daya serap material yang tetap terasa ringan meski telah basah oleh keringat.
“Kalau yang pasti outdoor itu, kalau di Indonesia kan negara tropis, yang pasti kan panas dan lembab. Kalau menurut saya sih yang paling bagus itu pake baju yang bisa nyerep keringet dan gampang kering, ya istilahnya tuh kalau bahasanya tuh dry fit ya.” paparnya.
“Gampang kering dan ya gak bikin berasa kayak, apa ya, heat-nya tuh terperangkap di dalam gitu,” kata Kenny Austin, Aktor.
Setelah melakukan simulasi gerakan dalam kelas tersebut, ia merasakan langsung bagaimana pakaian yang digunakan membantu menjaga suhu tubuh tetap sejuk. Material yang halus juga dianggap memberikan kenyamanan ekstra bagi para praktisi olahraga urban.
“Tadi pake ini sih pengalamannya sih, bajunya nyerep banget. Tadi sempet ke kamar mandi buat peras baju dulu dan itu ternyata nyerepnya baik banget. Setelah diperes, setelah ini baju tuh langsung kering lagi gitu.” kenangnya.
“Abis dicuci lagi, jadi oke lah nyaman banget. Dan ini tuh lightweight, jadi gak berasa berat, gak berasa panas gitu. Dan simulasinya juga enak, bahannya juga halus banget, adem,” pungkas Kenny Austin, Aktor.
Sementara itu, pihak penyelenggara acara melalui Marketing Manager Uniqlo Indonesia, Lisqia Lalantika, menyatakan keterbukaan untuk merambah dukungan ke cabang olahraga lain di masa depan. Meskipun saat ini identik dengan tenis melalui duta merek seperti Roger Federer, peluang untuk beralih ke sepak bola tetap terbuka.
“Sebenarnya untuk olahraga lain yang mungkin kita dukung itu tidak ada yang tidak mungkin,” ungkap Lisqia Lalantika, Marketing Manager Uniqlo Indonesia.
Namun, ia menegaskan bahwa langkah tersebut memerlukan persiapan matang dari sisi penyediaan produk yang sesuai dengan spesifikasi olahraga terkait. Hingga saat ini, fokus utama masih tertuju pada penguatan lini pakaian pendukung mobilitas harian dan komunitas kesehatan.
“Namun, untuk mendukung sepak bola misalnya, kami harus punya item yang mumpuni juga, cuma memang dalam waktu dekat belum ada pembicaraan ke sana,” jelas Lisqia Lalantika, Marketing Manager Uniqlo Indonesia.
Gelaran bertema “Time to Move!” ini dihadiri oleh lebih dari 2.000 peserta yang berasal dari 50 komunitas olahraga dari berbagai wilayah. Acara tersebut difungsikan sebagai ruang interaksi bagi para pegiat gaya hidup sehat untuk menguji teknologi pakaian olahraga dalam berbagai simulasi fisik.