Pakar Mode Bagikan Tips Tampil Timeless pada Usia 30 Tahun

Pakar Mode Bagikan Tips Tampil Timeless pada Usia 30 Tahun

Fase usia 30 tahun kini tidak lagi menjadi batasan untuk bereksperimen dalam berbusana melainkan momentum untuk menemukan penampilan yang autentik dan nyaman. Dilansir dari Lifestyle, para pakar mode membagikan sejumlah strategi penting bagi individu untuk tetap tampil menawan tanpa harus mengorbankan kenyamanan personal pada Sabtu (16/5/2026).

Kenyamanan berbusana pada usia ini dinilai jauh lebih krusial dibandingkan sekadar mencari validasi orang lain atau mengikuti tren yang cepat berganti. Langkah awal yang direkomendasikan adalah mulai membangun lemari pakaian berkualitas dengan berinvestasi pada pakaian yang tahan lama dan sesuai dengan kebutuhan harian.

Styling director Dailylook, Vivian Lee menjelaskan bahwa pilihan pakaian modern saat ini sangat beragam sehingga seseorang tidak perlu mengorbankan gaya demi kenyamanan.

“Ada banyak pilihan pakaian yang tetap stylish sekaligus nyaman, seperti celana tailored atau blus sutra,” ujar Vivian Lee, Styling director Dailylook.

Pemilihan bahan pakaian yang cermat seperti katun premium, linen, wol ringan, hingga sutra juga sangat penting karena memberikan kesan rapi dan bertahan selama bertahun-tahun.

“Di usia 30-an, kamu akan mulai menyadari pentingnya berinvestasi pada pakaian berkualitas yang bisa bertahan selama bertahun-tahun. Perhatikan kandungan bahan dan petunjuk perawatannya,” kata Vivian Lee, Styling director Dailylook.

Sementara itu, pakar mode asal New York, Audree Kate López menekankan pentingnya berfokus pada kecocokan pakaian di tubuh dan kenyamanan personal.

“Saya berhenti berpakaian untuk orang lain atau demi persetujuan mereka. Tujuan saya adalah mengenakan outfit yang membuat saya merasa percaya diri, kuat, nyaman, dan menjadi diri sendiri,” kata Audree Kate López, Fashion Stylist.

López menyarankan agar individu tidak lagi terpaku pada angka atau huruf di label pakaian, melainkan lebih mengutamakan potongan terbaik yang pas di tubuh.

“Tren fashion sekarang memiliki siklus hidup yang sangat singkat. Saya selalu menyarankan untuk berinvestasi pada item yang benar-benar menjadi andalan lemari pakaian kamu,” ujar Audree Kate López, Fashion Stylist.

Fokus pemilihan busana disarankan bergeser pada item andalan seperti blazer, celana tailored, atau jeans berkualitas tinggi yang bisa dipakai berulang kali.

“Lepaskan fokus pada ukuran, lupakan label, dan belilah pakaian yang pas serta membuat kamu merasa terbaik,” ujar Audree Kate López, Fashion Stylist.

López juga mendorong kepemilikan beberapa formula pakaian siap pakai untuk berbagai situasi guna menghemat waktu dan mengurangi stres harian.

“Ini akan menghemat waktu ketika kamu terburu-buru, menghilangkan stres karena merasa tidak punya baju, dan menyelamatkan kamu dari mencoba 20 outfit sebelum kembali ke pilihan pertama,” imbau Audree Kate López, Fashion Stylist.

Sikap selektif dalam mengikuti tren busana serta pemanfaatan aksesori sebagai penunjang penampilan juga menjadi kunci agar gaya berpakaian tetap segar.

“Kalau kamu suka sebuah tren, cobalah. Kalau tidak suka, tinggalkan. Jika merasa terlalu tua untuk memakainya, sesuaikan agar cocok dengan tubuh dan gaya pribadi kamu,” ucap Audree Kate López, Fashion Stylist.

Penggunaan outerwear dan aksesori seperti sabuk kulit atau tas berstruktur dapat mengubah tampilan sederhana menjadi lebih modis.

“Lapisan outerwear dan aksesori dapat sepenuhnya mengubah outfit sederhana seperti kaus dan jeans,” ujar Audree Kate López, Fashion Stylist.

Di sisi lain, keberanian untuk mengekspresikan kepribadian lewat pakaian juga tidak boleh diabaikan demi mencapai gaya yang autentik.

Fashion editor Caroline Vazzana mendorong perempuan di usia 30-an untuk tetap berani mencoba warna cerah dan motif unik tanpa takut dinilai orang lain.

“Hidup terlalu singkat untuk tidak mengenakan pakaian yang menyenangkan dan penuh warna. Pada akhirnya, tidak ada yang benar-benar menghakimi kamu,” kata Caroline Vazzana, Fashion Editor.

Artikel terkait

Rekomendasi