Tottenham Hotspur Kejar Poin Penyelamat di Markas Chelsea

Tottenham Hotspur Kejar Poin Penyelamat di Markas Chelsea

Pertandingan tunda Premier League antara Chelsea dan Tottenham Hotspur di Stadion Stamford Bridge pada Selasa malam waktu setempat menjadi laga krusial yang menentukan nasib degradasi West Ham United.

Dilansir dari The Guardian, hasil imbang atau kemenangan bagi Tottenham Hotspur dalam laga derby London ini akan memastikan West Ham United terdegradasi ke kasta bawah. Dilaporkan oleh BBC, skuad asuhan Roberto De Zerbi saat ini unggul dua poin dari West Ham di zona merah dan hanya membutuhkan satu poin dari dua laga tersisa untuk mengamankan posisi mereka berkat keunggulan selisih gol yang signifikan.

Bagi kubu tuan rumah, laga ini menjadi momentum untuk bangkit setelah gagal mengamankan tiket Eropa lewat jalur FA Cup akibat kekalahan di laga final. FotMob memberitakan bahwa tim asuhan pelatih interim Calum McFarlane kini tertahan di peringkat kesepuluh dan wajib memutus tren tujuh laga tanpa kemenangan di liga domestik jika ingin menembus zona kompetisi Conference League maupun Europa League di akhir musim.

Meskipun memiliki rekor kandang buruk dengan ancaman kalah lima kali beruntun di Stamford Bridge untuk pertama kali dalam sejarah, Chelsea didukung catatan historis yang dominan atas sang rival. Asatunews melansir bahwa Tottenham Hotspur tercatat hanya mampu meraih satu kemenangan dari 35 kunjungan liga terakhir mereka di markas Chelsea tersebut.

Menanggapi tekanan besar dan rekor buruk di Stamford Bridge, Manajer Tottenham Hotspur Roberto De Zerbi menegaskan bahwa situasi ini justru menjadi dorongan positif bagi skuadnya.

"I am Italian and in Italy it’s the same," kata Roberto De Zerbi, Manajer Tottenham Hotspur.

Beliau menambahkan bahwa status tim besar membuat mereka harus terbiasa dengan tekanan di setiap pertandingan luar kandang.

"For the biggest teams, it’s the same. We have to accept the pressure. We have to enjoy this pressure. We have to find new motivation from this pressure. It’s a good thing for us. If everyone wants Tottenham relegated, it’s a big motivation for me and I hope for my players as well." ujar Roberto De Zerbi, Manajer Tottenham Hotspur.

Pelatih asal Italia tersebut juga menilai bahwa rivalitas suporter merupakan bumbu yang membuat sepak bola menjadi menarik, terutama dalam misi membawa pulang poin dari stadion lawan.

"We have to accept that football is nice because of the rivalry. It’s good to imagine ourselves celebrating the win in their stadium. It’s the reason football is like this, no?" cetus Roberto De Zerbi, Manajer Tottenham Hotspur.

Ia menuturkan bahwa harga diri sebagai perwakilan klub harus menjadi motivasi terbesar bagi seluruh pemain dan pendukung Tottenham Hotspur dalam menghadapi tantangan berat ini.

"It’s a motivation, it’s a challenge. If a challenge is tougher, it’s better for us to find new motivation and to be focused on staying together from the beginning to the end of the game. The pride is amazing motivation. The pride, if everyone wants Tottenham relegated, I think for one Tottenham player, one Tottenham fan, all the people who work inside Tottenham, it has to be the biggest motivation." sambung Roberto De Zerbi, Manajer Tottenham Hotspur.

De Zerbi juga memperingatkan anak asuhnya untuk tetap mengincar kemenangan penuh dan tidak bermain aman demi hasil imbang semata.

"We can’t start the game thinking to draw," tutur Roberto De Zerbi, Manajer Tottenham Hotspur.

Ia menegaskan fokus utama tim saat ini adalah mengamankan target bertahan di kompetisi tertinggi sebelum membahas hal lain.

"We have to start the game and we prepare the game and we speak in the meeting to win the game. Everybody wants to stay up, everyone wants to achieve this goal and then we can speak about everything." pungkas Roberto De Zerbi, Manajer Tottenham Hotspur.

Terkait kondisi tim, FotMob mengabarkan Reece James telah kembali memperkuat lini tengah Chelsea bersama Moises Caicedo, sementara Tottenham berpeluang memainkan kembali kiper utama Guglielmo Vicario dan gelandang James Maddison.

Artikel terkait