Seorang wanita asal Malaysia bernama Farah mendadak viral di media sosial setelah secara terbuka membagikan video transformasi perubahan drastis pada kulit wajahnya akibat pengaruh hormon selama masa mengandung, seperti dilansir dari Wolipop.
Kondisi kulit wajah Farah memburuk sejak usia kehamilan memasuki lima bulan, hingga membuatnya harus menjalani perawatan laser serta memilih produk perawatan kulit yang tepat demi memulihkan kembali kondisi lapisan pelindung kulitnya.
Unggahan mengenai perjuangan merawat wajah pasca-melahirkan tersebut dibagikan melalui akun Instagram pribadi miliknya, @farahf4izal, dan saat ini telah menarik perhatian netizen hingga ditonton lebih dari 9,9 juta kali.
"Melihat-lihat isi ponselku dan betapa aku merindukan 'dia' (diriku yang dulu), Di sini lah aku sekarang, masih berjuang dan bertahan untuk mengembalikan penampilannya seperti semula," tulis Farah dalam unggahannya yang kini dipenuhi pesan dukungan.
Perubahan penampilan yang terjadi secara mendadak ini diakui Farah turut memberikan dampak yang cukup besar terhadap kondisi kesehatan mental dan emosionalnya sehari-hari.
"Itu memang mempengaruhi kesehatan mental saya ketika beberapa dari kalian mengabaikan apa yang hormon kehamilan dapat lakukan terhadap tubuh, kulit, dan emosi wanita," ungkap Farah.
Melalui unggahan tersebut, ia juga mengkritik standar kecantikan di media sosial yang dinilai tidak realistis serta memberikan tanggapan kepada netizen yang memintanya tampil tanpa rekayasa kamera.
"Ya, saya punya bekas jerawat. Ya, kulit saya memiliki tekstur. Karena aku manusia, bukan boneka Barbie. Kulit asli memiliki tekstur. Orang-orang sejati mengalami perubahan. Dan karena begitu banyak dari kalian yang terobsesi melihat saya tanpa filter? Di sini aku," lanjut Farah.
Bagi Farah, keputusan untuk menggunakan filter ataupun riasan wajah di media sosial merupakan bentuk kendali atas kenyamanan dirinya sendiri, bukan untuk membohongi publik.
"Tidak apa-apa untuk merasa tidak aman. Tidak apa-apa menggunakan filter. Itu tidak berarti aku menyembunyikan siapa diriku. Filter tidak mengubah identitas saya, mereka hanya memperlancar apa yang sering dilebih-lebihkan oleh kamera. Ini masih aku, masih wajahku, masih kebenaranku," tegas Farah.
Ia juga menolak keras pandangan negatif netizen yang menganggap penggunaan riasan kosmetik secara tebal merupakan simbol dari rasa tidak percaya diri atau rasa malu.
"Dan jika menurutmu aku memakai riasan terlalu banyak? So what? Makeup bukan lah topeng. Ini adalah bentuk ekspresi, cinta diri. Ingin merasa cantik bukan berarti saya malu pada diri sendiri. Itu berarti aku peduli. Itu berarti aku manusia. Itu tidak membuatku kurang nyata," pungkas Farah.
"Sperma-nya tidak sehat. Wanita, pastikan pria Anda makan makanan sehat dan menjaga dirinya sendiri, atau Anda mungkin akan mengalami reaksi buruk terhadap sperma-nya," ucap akun @debxxa memberikan komentar pada unggahan tersebut.
Di sisi lain, tidak sedikit pula netizen yang memberikan respons positif serta kalimat penyemangat di kolom komentar akun Instagram milik Farah.
"Kamu selalu cantik," ujar akun @xan.ng.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh netizen lain yang memuji ketegaran serta keberanian wanita asal Malaysia tersebut dalam membagikan kisahnya.
"Kamu keren kakak," saut akun @maharani_putri_dewi.