Konsep cincin tunangan kini telah bergeser dari model klasik berlian tunggal menjadi tren cincin bertumpuk atau stackable ring. Gaya ini semakin diminati karena menawarkan sisi personal yang kuat serta mampu berkembang seiring perjalanan hubungan pasangan.
Dilansir dari Lifestyle, fenomena ini ditandai dengan perpaduan berbagai lapis cincin, mulai dari lingkar berlian tipis, kombinasi warna logam, hingga sentuhan desain vintage. Tren tersebut kini ramai menghiasi media sosial dan penampilan di karpet merah.
Aktris Zendaya menjadi salah satu sosok yang mempopulerkan gaya ini saat mempromosikan film The Drama. Ia tampil memukau dengan cincin berlian tiga lapis dari David Morris yang dikombinasikan bersama cincin emas sederhana.
Desainer perhiasan asal Denmark yang berbasis di Los Angeles, Fie Isolde, memberikan pandangannya mengenai pergeseran nilai perhiasan ini. Ia menilai cincin tunangan tidak lagi dianggap sebagai satu objek yang berdiri sendiri.
"Cincin tunangan sekarang menjadi bagian dari sebuah komposisi yang memberi kebebasan untuk membentuk sesuatu yang lebih individual," ujar Fie.
Menurutnya, banyak pasangan mencari desain fleksibel yang bisa berevolusi secara visual maupun emosional dalam berbagai fase kehidupan. Hal ini memicu kebiasaan baru di mana pasangan menambah lapisan cincin untuk memperingati momen penting.
Penambahan cincin baru sering dilakukan untuk merayakan hari jadi pernikahan, momen kelahiran anak, hingga pencapaian hidup lainnya. Teknik bertumpuk ini memungkinkan perhiasan tersebut terus bercerita seiring bertambahnya usia hubungan.
Kebebasan Memadukan Desain
Daya tarik utama dari konsep stackable ring terletak pada ketiadaan aturan baku dalam proses pemaduan. Pasangan bebas mengeksplorasi estetika tanpa harus terpaku pada keseragaman model atau material.
Pendiri label perhiasan Spinelli Kilcollin, Yves Spinelli dan Dwyer Kilcollin, mengungkapkan bahwa penggabungan desain vintage dengan model modern tengah digemari. Meski berbeda zaman, kombinasi ini tetap bisa terlihat selaras.
"Ketika proporsi, struktur, dan jarak antar cincin terasa pas, hasil akhirnya akan terlihat menyatu dan natural," kata Dwyer.
Yves Spinelli juga menambahkan poin penting mengenai kenyamanan pemakaian di tangan. Menurutnya, penting bagi pemiliknya untuk memperhatikan bagaimana setiap lapisan cincin bergerak dan saling melengkapi saat digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Potongan Batu dan Warna Logam
Fie Isolde mencatat bahwa berlian dengan batu utama berbentuk oval menjadi salah satu yang paling difavoritkan. Bentuk ini dinilai sangat mudah untuk dipadukan dengan berbagai jenis cincin lainnya dalam satu tumpukan.
Selain oval, potongan berbentuk pir atau tetesan air mata juga mulai naik daun. Desain ini dianggap sangat serasi ketika disandingkan dengan cincin yang memiliki bentuk huruf V atau kontur melengkung.
Penggunaan kontras warna logam juga menjadi strategi pasangan untuk menciptakan kesan modern. Perpaduan antara emas kuning, putih, atau rose gold dalam satu jari memberikan dimensi visual yang lebih berani dan unik.
"Banyak orang menyukai perpaduan cincin simpel dengan detail berlian atau tekstur tertentu karena terlihat seimbang," tutur Yves.
Antara Minimalis dan Maksimalis
Meskipun mengusung konsep bertumpuk, gaya ini tidak selalu harus terlihat mencolok atau ramai. Kombinasi dua cincin yang sangat sederhana pun tetap mampu memancarkan kesan elegan dan berkelas.
Misalnya, perpaduan antara satu cincin solitaire klasik dengan satu cincin tipis di bawahnya sudah cukup untuk mewakili tren ini. Namun, bagi mereka yang menyukai kemewahan, tampilan maksimal dengan beberapa lapis berlian sekaligus tetap menjadi pilihan utama.
Desainer asal Swedia, Annette Welander, menjelaskan bahwa cincin kontur kini banyak diminati karena dibuat khusus mengikuti lekukan cincin tunangan utama. Langkah ini dianggap sebagai cara merefleksikan identitas pribadi melalui perhiasan.
"Akhirnya cincin tidak hanya menjadi simbol janji, tetapi juga cerita yang bisa terus bertambah seiring waktu," ujar Annette.
Tren ini dianggap lebih praktis karena setiap bagian cincin dapat dilepas, ditambah, atau dipadukan kembali sesuai dengan kebutuhan gaya pemakainya pada situasi yang berbeda.