Tren fotografi vintage kembali populer di kalangan Generasi Z melalui penggunaan kamera analog dan digital camcorder lama (digicam). Gaya visual yang dulunya dianggap sebagai produk gagal, kini justru menjadi estetika yang paling diminati di media sosial.
Dikutip dari Suara, hasil foto yang tampak blur, penuh butiran (grainy), hingga penggunaan cahaya flash yang berlebihan menjadi cara anak muda mengekspresikan diri secara personal. Fenomena ini menandai pergeseran minat dari foto yang sempurna menuju karya yang lebih artistik.
Platform e-commerce Shopee mencatat adanya lonjakan ketertarikan terhadap perangkat vintage karena keinginan generasi muda untuk mengabadikan momen dengan cara kreatif. Kamera analog memberikan sentuhan nostalgia melalui tone warna khas dan tekstur alami roll film.
Di sisi lain, digicam menghadirkan nuansa awal tahun 2000-an (Y2K) dengan hasil gambar yang sedikit kabur. Karakteristik visual seperti ini dinilai memberikan kesan emosional dan lebih hidup dibandingkan hasil jepretan kamera ponsel pintar modern.
Adi Rahardja, Senior Director of Business Development Shopee Indonesia, memberikan penjelasan mengenai fenomena ini. Menurutnya, tren tersebut berkembang karena keinginan anak muda menciptakan momen yang memiliki karakter kuat dan terasa lebih personal.
"Tren foto kamera vintage lagi jadi salah satu cara bagi generasi muda untuk ciptakan momen terasa lebih punya karakter. Kami melihat tren ini hadir karena adanya keinginan untuk mencari cara yang lebih personal dalam mengabadikan momen," ujar Adi Rahardja.
Ia menjelaskan bahwa daya tarik tren ini tidak hanya terletak pada hasil foto akhir, tetapi juga pada seluruh proses pengalamannya. Hal tersebut dimulai dari pemilihan kamera, penentuan konsep, hingga melihat perbedaan mood dan warna pada setiap bidikan.
Kini, pengguna semakin mudah mendapatkan perangkat pendukung fotografi retro di platform digital. Tersedia berbagai pilihan mulai dari kamera point-and-shoot, disposable camera, hingga aksesori pelengkap seperti strap dan stiker unik untuk membangun konten estetik.
Tips Menciptakan Foto Vintage yang Estetik
Bagi para pemula yang ingin mencoba tren ini, Shopee membagikan beberapa panduan praktis berdasarkan keterangan resminya pada Jumat, 15 Mei 2026. Langkah pertama adalah memilih jenis kamera yang sesuai dengan suasana atau vibe yang diinginkan.
Kamera analog sangat cocok bagi mereka yang menyukai nuansa hangat ala film indie. Sementara itu, digicam lebih disarankan bagi yang mengejar estetika Y2K dengan efek lampu kilat yang tajam dan kontras.
Pemilihan lokasi juga memegang peranan penting dalam memperkuat kesan nostalgia. Tempat-tempat seperti area konser malam hari, stasiun tua, lahan parkir, hingga sudut kafe yang tenang bisa menjadi latar belakang yang menarik untuk konten media sosial.
Gen Z cenderung meninggalkan aturan fotografi formal dan lebih menyukai pengambilan sudut gambar yang acak atau angle unik. Efek cahaya flash yang keras dari digicam justru menjadi elemen utama untuk menciptakan kesan foto yang edgy dan artsy.
Terakhir, penggunaan busana pendukung seperti washed denim, cargo skirt, hingga pakaian dengan warna earth tone dapat mempertegas nuansa retro. Tambahan aksesori kecil pada kamera juga membantu memperkuat tampilan visual saat membuat konten video pendek atau foto selfie.