Platform live streaming Twitch resmi memberlakukan sanksi baru berupa pembatasan jumlah penonton bersamaan (CCV) bagi para kreator yang terdeteksi menggunakan layanan bot secara terus-menerus. Kebijakan tegas ini diumumkan langsung oleh CEO Twitch, Dan Clancy, melalui media sosial X pada Jumat, 8 Mei 2026.
Langkah ini diambil untuk menjaga integritas platform dari praktik manipulasi statistik yang dapat merusak algoritma rekomendasi dan merugikan pengiklan. Twitch akan menggunakan data historis trafik asli dari setiap kreator untuk menentukan batas maksimal penonton yang diizinkan selama masa hukuman berlangsung.
Dan Clancy menjelaskan bahwa kebijakan ini akan segera diimplementasikan secara bertahap di seluruh ekosistem layanan mereka dalam beberapa pekan ke depan.
"Hari ini, kami memperkenalkan jenis penegakan baru yang rencananya akan kami luncurkan dalam beberapa minggu ke depan," tulis Clancy.
Ia juga menegaskan bahwa durasi pembatasan akses ini bersifat progresif, di mana sanksi akan menjadi lebih lama jika seorang streamer kedapatan mengulangi pelanggaran serupa. Clancy mengakui bahwa memerangi bot merupakan tantangan teknis yang berat karena pengembang layanan ilegal tersebut terus memperbarui sistem mereka.
"Ketika kami memperbarui algoritma deteksi real-time, perusahaan viewbotting dengan cepat merespons dengan pembaruan baru untuk menghindari deteksi," ujarnya.
Selain menyasar penyedia layanan bot melalui penghapusan jutaan akun palsu, Twitch kini fokus menghukum akun yang mendapatkan keuntungan dari praktik tersebut. Clancy berpendapat bahwa kemajuan berarti dalam pemberantasan bot hanya bisa dicapai dengan memperluas cakupan penindakan.
"Untuk saluran yang diidentifikasi sebagai viewbot terus-menerus, kami akan menerapkan batas ke CCV streamer untuk jangka waktu tertentu, di semua permukaan Twitch. Batas akan berdasarkan pada data historis mengenai traffic non-viewbot pembuat tersebut. Pelanggaran berulang akan menghasilkan hukuman yang lebih lama. Streamer akan diberi tahu ketika penegakan diterapkan, bersama dengan durasi hukuman, dan dapat mengajukan banding melalui portal banding," tulis Clancy.
Berdasarkan data dari Streams Charts pada kuartal kedua 2025, tercatat sedikitnya 10 persen akun Twitch dengan rata-rata 50 penonton menunjukkan indikasi kuat penggunaan viewbotting. Clancy sebelumnya menyatakan bahwa banyak streamer kecil menggunakan cara ini untuk menghasilkan pendapatan palsu.
"viewbotting is bad for our business," tulis Clancy.
Meskipun tujuan kebijakan ini adalah untuk keadilan platform, muncul kekhawatiran dari komunitas mengenai potensi penyalahgunaan sistem oleh pihak ketiga untuk menjatuhkan reputasi streamer tertentu. Namun, Clancy bersikeras bahwa penindakan ini diperlukan demi kelangsungan bisnis jangka panjang.
"effectively combatting viewbotting is challenging," tulis Clancy.
Di sisi lain, pendiri Kick, Bijan Tehrani, memberikan kritik terhadap kebijakan tersebut dan mengklaim bahwa pembatasan jumlah penonton sebenarnya sudah terjadi di Twitch. Sejauh ini, Twitch belum membagikan detail teknis sistem deteksi tersebut guna mencegah para pelaku menemukan celah baru untuk menghindar.