Umat Islam Dianjurkan Amalkan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Umat Islam Dianjurkan Amalkan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Umat Islam sangat dianjurkan untuk menjalankan ibadah puasa Tarwiyah dan puasa Arafah menjelang Hari Raya Idul Adha. Kedua amalan sunnah pada bulan Zulhijah ini memiliki keutamaan yang sangat besar bagi yang mengerjakannya, seperti dilansir dari Detikcom.

Salah satu keutamaan yang paling utama terdapat pada puasa Arafah. Ibadah ini disebut mampu melebur dosa-dosa setahun yang lalu serta setahun yang akan datang.

Ketika memasuki waktu berbuka, kaum muslim disunnahkan untuk melafalkan doa berbuka puasa. Membaca doa tersebut menjadi perwujudan rasa syukur atas segala nikmat maupun kekuatan fisik yang diberikan Allah SWT selama seharian berpuasa.

Berdasarkan buku Puasa Bukan Hanya Saat Ramadhan yang ditulis oleh Ahmad Sarwat, pelaksanaan puasa Tarwiyah jatuh pada tanggal 8 Zulhijah. Sementara itu, puasa Arafah ditunaikan pada tanggal 9 Zulhijah.

Waktu pelaksanaan puasa Arafah bertepatan langsung dengan momen para jemaah haji yang sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Kedua puasa ini merupakan anjuran sunnah yang dikhususkan bagi umat muslim yang tidak tengah menunaikan ibadah haji.

Doa Berbuka Puasa Tarwiyah dan Arafah

Bila merujuk pada Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah karya Nur Solikhin, lafal doa untuk berbuka puasa Tarwiyah dan Arafah sama dengan doa puasa sunnah pada umumnya. Umat Islam dapat membaca salah satu dari dua pilihan doa berikut saat waktu magrib tiba.Pilihan doa buka puasa yang pertama:

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Arab-latin: Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa'ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar raahimin.

Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezekiMu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang."

Pilihan doa buka puasa yang kedua:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Arab-latin: Dzahabadh dzama'u wabtalatil uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.

Artinya: "Telah hilang rasa penatku dan basahlah tenggorokanku dan tetaplah pahala dicurahkan atasku, insyaallah."

Keutamaan Menjalankan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Pahala Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada hari ke-8 bulan Zulhijah. Hari Tarwiyah ini termasuk ke dalam rangkaian hari-hari penuh kemuliaan di awal bulan Zulhijah yang sangat baik diisi dengan berbagai amal saleh.

Meskipun tidak ditemukan hadits shahih khusus yang menegaskan rincian pahala tertentu untuk puasa Tarwiyah, para ulama tetap menganjurkan amalan ini. Ibadah ini dipandang sebagai bagian penting dari amalan sunnah di awal Zulhijah.

Pahala Puasa Arafah

Keutamaan yang melekat pada puasa Arafah dinilai sangat agung. Keagungan amalan ini bersandar pada sabda Rasulullah SAW.

"Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR Muslim)

Waktu Paling Utama Membaca Doa dan Berbuka

Pembacaan doa berbuka puasa dilakukan tepat setelah masuknya waktu magrib dan sehabis membatalkan puasa dengan sedikit makanan atau minuman. Kaum muslimin disunnahkan membatalkan puasa menggunakan sajian yang manis, seperti buah kurma.

Selain itu, menyegerakan berbuka dan menyantap takjil lebih diutamakan untuk didahului sebelum menegakkan salat Magrib. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk tidak menunda-nunda waktu berbuka ketika azan magrib sudah berkumandang.

Hal ini selaras dengan hadits dari Sahl bin Sa'ad RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda.

"Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka." (Muttafaqun 'alaih).

Anjuran serupa juga termuat dalam hadits Abu Hurairah RA yang menyampaikan sabda Nabi SAW bahwa Allah Ta'ala berfirman.

"Hamba yang paling dicintai di sisi-Ku adalah yang menyegerakan waktu berbuka puasa." (HR Tirmidzi)

Artikel terkait

Rekomendasi