Umat Islam Siapkan Puasa Tarwiyah dan Arafah Jelang Idul Adha

Umat Islam Siapkan Puasa Tarwiyah dan Arafah Jelang Idul Adha

Umat Islam kini mulai mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah sunnah menjelang Hari Raya Idul Adha. Tata cara puasa Tarwiyah dan Arafah menjadi panduan yang banyak dicari karena kedua amalan ini dianjurkan pada awal bulan Zulhijah.

Dikutip dari Detikcom, kedua puasa sunnah tersebut memiliki keutamaan besar bagi umat Muslim yang mengerjakannya. Anjuran menjalankan puasa Tarwiyah dan Arafah ini ditujukan khusus bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah merupakan amalan sunnah yang dikerjakan pada tanggal 8 dan 9 Zulhijah. Berdasarkan buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari dari Kandungan hingga Kematian karya Dr. Muh. Hambali, puasa pada 8 Zulhijah disebut Tarwiyah, sedangkan 9 Zulhijah adalah puasa Arafah.

Pelaksanaan puasa Arafah ini berlangsung bertepatan dengan momen berkumpulnya jamaah haji di Padang Arafah. Ibadah ini menjadi alternatif mulia bagi kaum muslimin yang belum berkesempatan berangkat ke tanah suci.

Tata Cara Melaksanakan Puasa Tarwiyah dan Arafah

1. Membaca Niat Puasa

Niat puasa Tarwiyah dibaca untuk melaksanakan puasa sunnah pada tanggal 8 Zulhijah:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَّةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.

Arab-latin: Nawaitu shauma tarwiyyata sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Sengaja saya berpuasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta'ala."

Sementara itu, niat puasa Arafah diucapkan untuk menghidupkan sunnah pada tanggal 9 Zulhijah:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.

Arab-latin: Nawaitu shauma 'arafata sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Sengaja saya berpuasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala."

2. Melaksanakan Puasa Sesuai Tanggalnya

Puasa Tarwiyah wajib ditunaikan pada tanggal 8 Zulhijah, sedangkan puasa Arafah pada tanggal 9 Zulhijah dalam penanggalan Hijriah. Pelaksanaan ibadah di luar waktu yang telah ditentukan tersebut dinilai tidak sah.

Sifat dari kedua amalan ini adalah sunnah, sehingga tidak ada dosa bagi muslim yang tidak melaksanakannya. Seseorang yang melewatkannya juga tidak memiliki kewajiban untuk mengganti puasa tersebut di hari lain.

Keutamaan Besar Puasa Tarwiyah dan Arafah

1. Pengampunan Dosa Dua Tahun

Puasa Arafah memiliki keistimewaan luar biasa berupa penghapusan dosa selama dua tahun, yaitu setahun lalu dan setahun mendatang. Rasulullah SAW bersabda:

"Aku berharap kepada Allah agar puasa hari Arafah dapat menghapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya." (HR. Muslim).

2. Pembebasan dari Api Neraka

Momentum hari Arafah menjadi waktu yang dipilih Allah SWT untuk membebaskan banyak hamba-Nya dari siksa neraka. Hal ini merujuk pada sabda Rasulullah SAW:

"Tidak ada hari yang Allah membebaskan hamba-hamba dari api neraka lebih banyak daripada pada hari Arafah." (HR. Muslim).

3. Waktu Doa Terbaik

Hari Arafah merupakan waktu yang sangat mustajab untuk memanjatkan doa serta memperbanyak dzikir kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

"Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah. Dan, sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para nabi sebelumku adalah ucapan, 'La ilaaha illallaah wahdahuu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'alaa kulli sya-in qadiir' (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah, kecuali Allah semata; tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu)." (HR. Tirmidzi).

Artikel terkait

Rekomendasi