Umat Islam bersiap menyambut Hari Raya Idul Adha yang diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Bulan penutup dalam kalender Hijriah ini menyimpan momentum istimewa, terutama pada sepuluh hari pertama.
Pada periode tersebut, umat Muslim sangat dianjurkan untuk memperbanyak amalan saleh, salah satunya melalui ibadah puasa sunnah. Amalan ini dikhususkan bagi mereka yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Keutamaan yang dijanjikan tidak main-main, mulai dari pelipatgandaan pahala hingga pengampunan dosa selama dua tahun. Seperti dilansir dari Suara melalui panduan Baznas, berikut merupakan jadwal, niat, serta keutamaan puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah.
Ibadah puasa sunnah ini terbagi dalam tiga waktu utama dengan keutamaan masing-masing yang luar biasa bagi yang mengamalkannya.
1. Puasa Dzulhijjah (1-7 Dzulhijjah)
Puasa ini diterapkan pada tujuh hari pertama bulan Dzulhijjah. Berdasarkan estimasi penanggalan, pada tahun 2025, ibadah ini dapat ditunaikan mulai hari Rabu, 28 Mei hingga Selasa, 3 Juni 2025.
Amalan pada sepuluh hari pertama di bulan ini dipandang sangat agung di hadapan Allah SWT dibandingkan dengan waktu-waktu lainnya.
Niat Puasa Dzulhijjah: Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta'ala.
2. Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
Pelaksanaan puasa Tarwiyah dilakukan tepat dua hari sebelum perayaan Idul Adha. Ganjaran bagi umat Muslim yang menjalankannya setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh.
Niat Puasa Tarwiyah: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah Ta'ala.
3. Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
Puasa Arafah menempati tingkatan paling dianjurkan karena berstatus sebagai sunnah muakkad. Waktu pelaksanaannya adalah sehari sebelum Idul Adha, bersamaan dengan momen jamaah haji yang sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah.
Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Niat Puasa Arafah: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i 'arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah Ta'ala.
Amalan Tambahan di Bulan Dzulhijjah
Bulan Dzulhijjah dikategorikan sebagai bagian dari Asyhurul Hurum atau bulan-bulan yang disucikan. Oleh karena itu, umat Islam juga disarankan memperbanyak tindakan kebajikan lainnya.
Beberapa amalan yang dianjurkan meliputi peningkatan dzikir seperti tasbih, tahmid, dan takbir. Selain itu, umat Muslim disarankan memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW serta meningkatkan kuantitas sedekah.
Di sisi lain, terdapat batasan yang wajib diperhatikan oleh setiap Muslim terkait waktu pelarangan ibadah puasa. Umat Islam diharamkan secara mutlak untuk berpuasa pada hari raya Idul Adha yang jatuh pada 10 Dzulhijjah serta pada hari Tasyrik, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.