Wajah fesyen feminin kontemporer dalam beberapa tahun terakhir turut dibentuk oleh Cecilie Bahnsen. Desainer dan jenama couture asal Copenhagen, Denmark ini dikenal luas di industri mode global lewat pendekatan desain yang memadukan romantisme, keahlian tangan, dan kenyamanan.
Rancangan Cecilie Bahnsen konsisten menampilkan detail couture seperti siluet bervolume, frill, shirring, dan motif floral. Berbeda dari busana couture pada umumnya, ia mengutamakan kenyamanan sehingga pakaian buatannya terasa ringan, longgar, dan leluasa untuk bergerak, seperti dilansir dari Lifestyle.
Kini, karakter desain tersebut dapat diakses masyarakat luas melalui kolaborasi terbarunya bersama Uniqlo yang bertajuk "Shapes of Poetry". Kerja sama antara jenama everyday couture dengan retail pakaian harian ini berawal dari momen tidak disengaja di Copenhagen pada 2019.
Saat Uniqlo membuka toko pertama di Denmark, Senior Executive Officer Fast Retailing sekaligus Head of R&D Uniqlo, Yukihiro Katsuta, bertemu dengan Cecilie secara kebetulan. Pertemuan tersebut mengawali diskusi filosofi desain yang menjadi dasar kolaborasi jangka panjang keduanya.
Senior Marketing Manager Uniqlo Indonesia, Evy Christina Setiawan menjelaskan bahwa kedua pihak bertemu dalam satu nilai yang sama, yaitu menciptakan pakaian untuk kehidupan sehari-hari.
"It takes time juga sebetulnya untuk menemukan kolaborasi yang tepat," ujar Evy dalam acara peluncuran di Hotel The Dharmawangsa, Jakarta pada Rabu (20/05).
Cecilie Bahnsen menilai filosofi LifeWear milik Uniqlo memiliki kedekatan dengan visi desain yang ia miliki selama ini.
"Filosofi LifeWear Uniqlo terasa sangat dekat dengan pendekatan kami, yang berdasar pada bagaimana perempuan bergerak, hidup, dan mengekspresikan diri melalui pakaian," ujar Cecilie.
Konsep "Shapes of Poetry" dalam koleksi ini merepresentasikan perempuan dalam berbagai peran dan hubungan, mulai dari persaudaraan, pertemanan, hingga hubungan ibu dan anak. Kolaborasi ini mengawinkan material berkualitas serta kenyamanan LifeWear dengan kompleksitas detail couture.
Pertemuan dua konsep ini menghasilkan 13 item pakaian, termasuk lini pakaian anak perempuan pertama dari Cecilie Bahnsen yang meliputi gaun, kaus, dan skort.
"Koleksi ini dirancang versatile dan mudah dipadupadankan untuk berbagai momen keseharian, mulai dari hangout, bekerja, hingga menemani anak bermain," kata Evy.
Aktris Sheila Dara dan Fita Anggriani turut hadir dalam acara peluncuran tersebut dan memberikan apresiasi terhadap fleksibilitas padu padan koleksi ini.
"Bisa dipakai ke mana saja, apalagi buat kita sudah masuk summer ini, keliatannya lebih ceria, lebih cantik," ujar Fita.
Sheila Dara menambahkan bahwa koleksi ini menawarkan pilihan warna unik yang jarang dijumpai pada seri Uniqlo lainnya.
"Tapi yang aku suka juga lagi-lagi karena teksturnya, aku merasa dengan aksesoris yang pas dan padanan yang pas, ini bener-bener bisa dibawa ke mana pun, semi-formal bisa, formal pun bisa," tutur Sheila.
Koleksi kolaborasi Uniqlo dan Cecilie Bahnsen ini akan resmi tersedia mulai 27 Mei 2026 di seluruh gerai Uniqlo Indonesia serta kanal online resmi. Produk dewasa dipasarkan mulai harga 299 ribu rupiah, sedangkan koleksi anak dijual mulai 199 ribu rupiah.