Hewan pengerat seperti tikus sering menjadi masalah di hunian karena berpotensi merusak barang-barang serta menyebarkan kuman yang mengancam kesehatan. Kehadiran hama ini umumnya dipicu oleh ketersediaan sisa makanan, celah masuk yang terbuka, serta area tersembunyi yang nyaman.
Dikutip dari Suara, banyak orang mengandalkan racun karena dinilai praktis untuk membasmi hama tersebut. Namun, penggunaan racun memiliki risiko tersendiri, khususnya bagi tempat tinggal yang memiliki anak kecil atau hewan peliharaan.
Melansir informasi dari Terminix, terdapat beberapa alternatif aman menggunakan bahan-bahan rumahan yang mudah diperoleh untuk menangani gangguan ini.
Kapur barus dapat dimanfaatkan karena menghasilkan aroma menyengat yang tidak disukai hama pengerat. Anda bisa meletakkannya di area loteng atau gudang, meski efektivitas jangka panjangnya terbatas karena tikus dapat beradaptasi dengan baunya.
Minyak atau bubuk cabai juga menjadi opsi lain yang efektif karena mengandung senyawa capsaicin. Kandungan ini memberikan efek pedas yang mampu mengiritasi penciuman tikus saat diaplikasikan pada jalur yang sering mereka lalui.
Pilihan populer lainnya adalah minyak peppermint yang memberikan keharuman segar bagi penghuni rumah namun mengganggu bagi hama. Minyak ini cukup diteteskan pada media kapas, lalu diletakkan di sudut lemari atau bawah wastafel.
Cuka yang beraroma tajam turut dapat digunakan dengan metode merendam kain atau kapas untuk ditempatkan di sudut ruangan. Karena aromanya cepat menguap, pengaplikasian cairan ini perlu dilakukan secara berkala agar hasilnya optimal.
Langkah Pencegahan di Area Dapur
Selain mengusir, tindakan pencegahan juga diperlukan agar hama tidak kembali masuk ke dalam area hunian dan dapur. Allan Bossel, seorang pembasmi hama berlisensi, membagikan beberapa tips melalui The Spruce untuk menjaga kebersihan rumah.
Langkah awal yang krusial adalah menutup rapat seluruh celah dan lubang akses masuk menggunakan media wol baja atau jaring tembaga sebelum dilapisi dempul. Langkah ini efektif memblokir jalan masuk fisik bagi hewan pengerat.
Kondisi dapur juga wajib dijaga dari remah-remah sisa makanan, terutama sebelum waktu tidur pada malam hari saat hama ini aktif bergerak. Menyapu lantai, mengelap meja, dan mengosongkan tempat sampah menjadi rutinitas penting yang harus dilakukan.
Tumpukan barang yang tidak terpakai seperti kardus bekas atau kantong plastik sebaiknya segera disingkirkan agar tidak menjadi tempat persembunyian. Bahan makanan serta pakan hewan peliharaan juga wajib disimpan dalam wadah yang tertutup rapat dan kedap udara.