Seorang wanita berusia 21 tahun bernama Anisa melakukan perjalanan ke Brebes, Jawa Tengah, untuk mencari keberadaan ayah kandungnya yang telah terpisah sejak dirinya berumur dua tahun. Langkah nekat ini diambil demi menghadirkan sang ayah sebagai wali nikah dalam hari pernikahannya, seperti dilansir dari Wolipop.
Kisah perjuangan emosional tersebut menjadi viral di media sosial setelah diunggah melalui akun TikTok @anisa.cha57 dan telah ditonton lebih dari 634 ribu kali. Misi pencarian dilakukan dengan berbekal sebuah foto pernikahan lawas orang tua dan secarik alamat lengkap dari ibunya.
"Alhamdulillah masi dipertemukan walaupun sebentar. Ikuti perjalanan emosional saya mencari ayah sebagai wali nikah. Temukan harapan dan tantangan dalam proses ini," tulis Anisa dalam unggahan tersebut.
Anisa ditemani calon suaminya menyusuri desa demi desa di Brebes untuk bertanya kepada warga setempat. Setelah berputar-putar beberapa jam, mereka menemukan rumah keluarga besar yang menyatakan bahwa sang ayah sudah pindah sejak tahun 2015.
Setelah sempat jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit akibat kelelahan bekerja dan mempersiapkan pernikahan, Anisa tiba-tiba dihubungi oleh nomor asing melalui panggilan video. Ayahnya kemudian datang langsung menemuinya ke rumah dengan membawakan es krim.
Meskipun sang ayah memenuhi kewajibannya sebagai wali nikah saat prosesi akad, keduanya kini kembali kehilangan kontak karena nomor telepon sang ayah berganti lagi. Unggahan tersebut memicu gelombang simpati dan komentar haru dari para warganet di platform TikTok.
"Kamu anak yg sholehah 👍, di tinggal seorang ayah dari masih bayi sampai mau nikah baru ketemu ngak benci sama sekali, tetap sambung silaturahmi," kata akun @bapak sabria.
Netizen lain juga membagikan pengalaman serupa mengenai perjuangan mencari ayah kandung demi kelancaran pernikahan mereka.
"Kak you're not alone, aku jg ditinggal ayahku waktu umur 1th an. Ceritanya kurleb sama, ga billing klo udh pernah nikah dan udh punya anak. Umur 22 aku mau nikah, ternyata saudara²ku bantu cari via facebook di grup panahan, alhamdulillahnya ketemu padahal aku udah urus wali nikah," curhat akun @deendiary.
Beberapa pengguna media sosial lainnya turut memberikan doa dan harapan terbaik untuk kehidupan pernikahan Anisa ke depan.
"Semoga suamimu selalu meratukanmu ya mba, selain berperan sebagai suami semoga ia juga berperan sebagai ayahmu🥰," saut akun @alinaἶ3.
Warganet terus membanjiri kolom komentar dengan pesan-pesan penguat hati agar Anisa tetap bersemangat menjalani hidup barunya.
"Kak..semangat yaa, aku doakan suamimu membahagiakanmu & bertanggung jawab penuh dunia akhirat. hingga tak ada lagi sedih saat mengingat ayah-mu yang hanya ada saat kelahiran & ijab kabulmu," timpal akun @midat midut.
Saat dikonfirmasi mengenai latar belakang perpisahan mereka, Anisa mengungkapkan fakta pedih mengenai alasan kepergian sang ayah sejak dirinya masih balita.
"Jadi aku ditinggal ayahku dari umur dua tahun. Tapi ayahku pergi ningalin masalah bertubi-tubi karena dia penjudi. Pas dia kabur itu alasanya karena anaknya cewek padahal ayahku maunya cowok gitu," kata Anisa kepada Wolipop.
Akibat perilaku suaminya dan tekanan dari lingkungan tetangga, ibu Anisa memutuskan bekerja sebagai TKW di Arab Saudi selama delapan tahun dan menitipkan Anisa kecil kepada kerabatnya.
"Aku dititipin ke pak lek ku tapi pas aku SMP kelas 3 pak leku meninggal, aku di urus sama nenekku. Pas aku lulus SMA ibuku pulang dari Arab," ungkap Anisa mengenai masa kecilnya.
Kebohongan identitas sang ayah baru terungkap puluhan tahun kemudian berkat kartu identitas asli yang tertinggal di dalam tas masa lalu.
"Ayahku bilang sama ibuku mau nikahin gitu terus diajak pulang ke Pekalongan dan ayahku bawa wali satu itu bilangnya pakde nya setelah ditelusuri itu ternyata temannya. Dan ayahku mengaku pas kemarin pulang kalau ayahku itu nikah lagi dan banyak istrinya di daerah ada yang di Yogyakarta, Magelang, Padang dan Jakarta," kenangnya pedih.
Pihak keluarga besar di Brebes bahkan sama sekali tidak mengetahui pernikahan masa lalu sang ayah dengan ibu Anisa.
"Dan keluarga di Brebes nggak tahu kalau pernah nikah sama orang Pekalongan yaitu ibuku makanya agak shock pas aku bilang aku anaknya. Bersyukurnya tas ayahku ketinggalan waktu dulu ningalin ibuku dan aku ya sekitar 20 tahun yang lalu. Jadi ibuku bisa tahu alamat dan KTP aslinya bahwa namanya ternyata Ahmad Jaelani bukan Antoni karena pas nikahin ibuku datanya palsu semua," pungkasnya.