Seorang wanita bernama Yupin Thadthai memimpin langsung prosesi pertunangan suaminya dengan wanita lain untuk dijadikan istri kedua di Desa Ban Nong Phai, Provinsi Chaiyaphum, Thailand, pada 15 Mei 2026.
Aksi tidak biasa tersebut menjadi perbincangan hangat setelah dokumentasinya tersebar luas di media sosial, sebagaimana dilansir dari Wolipop berdasarkan laporan Bangkok Post.
Dalam acara yang digelar meriah menyerupai pernikahan tradisional tersebut, Yupin menyerahkan seserahan berupa uang tunai senilai 300.000 baht atau sekitar Rp164 juta serta emas seharga Rp191 juta untuk meminang Onuma Janpeng.
Onuma dipinang sebagai istri kedua bagi Wisanu Prangchaiyaphum, pria yang telah menjadi suami Yupin selama lebih dari 20 tahun dan menjalankan bisnis perlengkapan audio serta tempat hiburan bersama.
Pengambilan keputusan berani ini didasari oleh kedekatan emosional antara Yupin dan Onuma yang sudah saling mengenal selama lebih dari satu dekade.
"Saya dan Onuma sama-sama tumbuh tanpa banyak dukungan emosional," ujarnya.
Langkah menggelar upacara terbuka ini sengaja diambil oleh Yupin untuk menghindari rumor negatif di lingkungan sekitar sekaligus memberikan kejelasan status bagi Onuma.
Pihak suami menyatakan bahwa keputusan poligami ini telah disepakati bersama demi masa depan hubungan jangka panjang mereka.
"Kami membangun kehidupan ini bersama. Rahasianya sederhana: memberikan cinta dan keadilan kepada keduanya," katanya.
Meskipun praktik memiliki lebih dari satu pasangan masih jamak ditemukan pada sebagian masyarakat setempat, Pemerintah Thailand secara hukum sebenarnya sudah menghapus legalitas poligami dan hanya mengakui monogami sejak tahun 1935.