Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, mendadak berubah menjadi panggung budaya yang interaktif pada Minggu (17/5/2026) pagi. Seperti dikutip dari Megapolitan, ratusan warga yang sedang berolahraga justru larut dalam kemeriahan dengan menari bersama di jalan protokol.
Kawasan Bundaran HI diramaikan oleh sepasang ondel-ondel besar berkain merah dan berkepala emas yang melenggak-lenggok di tengah jalan. Kehadiran ikon pemuda-pemudi dari Abang None Jakarta Timur dengan busana adat Betawi langsung menarik perhatian dan mengajak masyarakat berinteraksi.
Antusiasme masyarakat terpancing oleh alunan rampak musik tradisional Betawi, mulai dari tabuhan kendang hingga gong yang bertalu-talu. Mulai dari anak-anak hingga lansia tampak kompak mengangkat tangan dan menggerakkan kaki mengikuti irama musik khas tersebut.
Banyak warga yang sedang berlalu lalang sengaja menghentikan langkah mereka demi berburu foto bersama. Para Abang None Jakarta Timur menyapa publik dengan ramah di trotoar kawasan Bundaran HI.
Afifah (27), salah satu warga yang ikut larut dalam barisan penari dadakan di atas zebra cross, mengaku sangat menikmati momen tersebut.
"Seru banget, awalnya cuma mau jalan santai olahraga, tapi pas dengar musiknya langsung refleks ikut maju nari bareng abang none," ujar Afifah saat ditemui di lokasi usai menari.
Ia menambahkan bahwa kesempatan berfoto dekat dengan para Abang None dan ondel-ondel menjadi bonus yang menyenangkan pada CFD minggu ini.
"Tadi juga sempat foto bareng buat kenang-kenangan. Ramai sekali anak-anak sampai orang tua yang ikut antre foto dan seru-seruan bareng di sini," ucap Afifah sembari tersenyum semringah.
Keceriaan senada juga diungkapkan oleh Alma (52), salah seorang warga lansia yang ikut larut dalam barisan penari dadakan tersebut. Menurutnya, alunan musik Betawi selalu berhasil memicu semangat di pagi hari.
"Aduh, seru sekali ya! Pas dengar musiknya kok enak banget, kaki langsung otomatis ikut gerak nari sama mereka (Abang None)," kata Alma.
Meskipun lelah setelah berjalan santai, Alma mengaku sangat terhibur dengan adanya panggung budaya interaktif ini di tengah jalan protokol Jakarta.
"Tadi juga sempat berfoto bersama ondel-ondel buat dikirim ke grup keluarga," tutur Alma.
Pawai budaya ini hadir untuk melestarikan dan mendekatkan kembali kebudayaan lokal Betawi kepada masyarakat. Selain itu, ruang publik ini juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan ajang Pemilihan Abang dan None Jakarta Timur 2026.
Melalui selebaran resmi dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta, mereka menginformasikan bahwa pendaftaran Pemilihan Abang None Jakarta Timur 2026 telah dibuka sejak 10 April hingga 29 Mei 2026 mendatang.