Pemilihan warna seprai secara signifikan memengaruhi kualitas tidur dan kondisi emosional seseorang karena setiap warna memicu respons psikologis yang berbeda, sebagaimana dilansir dari Suara pada Kamis, 4 Juni 2026.
Faktor lingkungan kamar yang nyaman, termasuk pemilihan warna kain penutup kasur tersebut, kerap luput dari perhatian meskipun berdampak besar pada proses relaksasi tubuh sebelum beristirahat.
"Pemilihan warna seprai dapat secara signifikan memengaruhi kualitas tidur dan kesejahteraan emosional," jelas dr. Leah Kaylor, psikolog klinis.
Pakar kesehatan mental ini menambahkan bahwa pemahaman atas dampak dari variasi warna dapat membantu seseorang dalam membangun suasana kamar tidur yang lebih kondusif.
"Pasalnya setiap warna membangkitkan respons psikologis yang berbeda. Memahami dampak berbagai warna dapat membantu menciptakan lingkungan kamar yang kondusif untuk istirahat dan relaksasi," imbuh dr. Leah Kaylor.
Berdasarkan laporan dari Homes & Gardens, Sleep Bamboo, dan Feels Good, terdapat beberapa warna seprai yang direkomendasikan oleh para ahli untuk mengoptimalkan istirahat.
Warna biru menjadi pilihan utama karena identik dengan ketenangan, keseimbangan, dan laut, sehingga nuansa biru muda atau pastel efektif merilekskan pikiran setelah beraktivitas seharian.
Warna hijau turut direkomendasikan karena melambangkan kesehatan, kesegaran, serta mampu mengurangi stres melalui nuansa seperti sage green atau mint.
Selain warna alam, variasi warna merah seperti pink lembut, blush pink, dan dusty rose dinilai mampu menciptakan suasana hangat tanpa terkesan mencolok bagi penghuni kamar.
Warna lavender atau ungu pastel juga disarankan karena menawarkan nuansa lembut yang membantu tubuh rileks dibandingkan warna ungu gelap yang merangsang aktivitas mental.
Pilihan warna netral kelompok earth tone seperti beige, taupe, krem, dan cokelat muda juga efektif mengurangi stimulasi berlebihan pada otak sehingga membuat suasana ruangan menjadi lebih tenang sepanjang malam.