Waymo menghentikan sementara operasional taksi otonom tanpa pengemudi di enam kota Amerika Serikat pada Jumat (22/5/2026) akibat kendala navigasi saat hujan deras dan banjir. Langkah penangguhan armada milik anak perusahaan Alphabet ini mencakup wilayah Austin, Dallas, Houston, San Antonio, Nashville, dan Atlanta.
Dilansir dari independent.co.uk dan nytimes.com, keputusan ini diambil setelah muncul rekaman video yang menunjukkan dua mobil Waymo mogok di jalanan yang banjir di Atlanta pada Rabu. Kota tersebut dilaporkan menerima curah hujan mencapai 2 hingga 3,5 inci yang membanjiri sejumlah ruas jalan utama termasuk jalan tol Downtown Connector.
Sebelum penangguhan massal ini, Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) mengirimkan surat resmi terkait perbaikan perangkat lunak pada ribuan taksi Waymo. Modifikasi sistem tersebut dilakukan agar kendaraan tidak melaju ke area genangan air setelah sebuah taksi tanpa penumpang menerobos banjir di San Antonio pada 20 April lalu.
Meskipun menghadapi kendala cuaca di Amerika Serikat, divisi mobil otonom Google ini tetap melanjutkan uji coba layanan taksi tanpa pengemudi di London, Inggris. Peluncuran perdana untuk publik di wilayah Britania Raya tersebut ditargetkan mulai berjalan pada September mendatang setelah mendapatkan persetujuan regulasi resmi.
Departemen Transportasi Inggris sendiri telah mulai membuka pengajuan izin operasional bagi layanan taksi otonom. Pemerintah setempat menilai teknologi kendaraan tanpa pengemudi ini berpotensi memangkas angka kecelakaan lalu lintas sekaligus menyediakan opsi mobilitas mandiri bagi penyandang disabilitas dan kelompok lansia.