Waymo Hentikan Operasi Robotaxi di Empat Kota AS akibat Cuaca Buruk

Waymo Hentikan Operasi Robotaxi di Empat Kota AS akibat Cuaca Buruk

Perusahaan taksi otonom Waymo menghentikan sementara operasional kendaraan tanpa sopir miliknya di empat kota menyusul insiden armada yang terjebak banjir akibat cuaca buruk pada Kamis, 22 Mei 2026.

Langkah penangguhan ini diambil setelah satu unit robotaxi milik anak perusahaan Alphabet Inc. tersebut kedapatan menerobos jalanan yang tergenang banjir luapan air di Atlanta.

Layanan transportasi daring otonom yang mengklaim diri sebagai pengemudi paling berpengalaman di dunia ini tercatat telah melayani lebih dari 20 juta penumpang dan menyelesaikan 400.000 perjalanan setiap pekan.

Meski memiliki catatan perjalanan yang besar, kendala navigasi akibat cuaca ekstrem memaksa manajemen menarik armada mereka dari jalanan guna memastikan keselamatan pengguna jalan.

Pihak manajemen Waymo menjelaskan bahwa keputusan penghentian di Atlanta diambil demi mengutamakan keselamatan penumpang serta masyarakat pengguna jalan lain yang berbagi jalur dengan armada mereka.

"Safety is Waymo’s top priority, both for our riders and everyone we share the road with. During a period of intense rain yesterday in Atlanta, an unoccupied Waymo vehicle encountered a flooded road and stopped," kata pihak perusahaan dalam sebuah pernyataan resmi seperti dilansir dari TechCrunch.

Kendaraan kosong yang sempat terjebak di tengah genangan air tersebut kini telah berhasil dievakuasi dari lokasi banjir oleh tim penanganan Waymo.

Pihak perusahaan menyatakan bahwa sistem navigasi mereka memanfaatkan peringatan cuaca dari National Weather Service, namun banjir di Atlanta sudah terjadi sebelum peringatan resmi tersebut dirilis.

Selain Atlanta, penangguhan operasional juga diberlakukan di San Antonio setelah insiden serupa terjadi pada April lalu, yang melibatkan penarikan kembali 3.791 unit kendaraan otonom.

Berdasarkan laporan dokumen resmi dari badan keselamatan lalu lintas National Highway Traffic Safety Administration, pihak perusahaan mengakui adanya keterbatasan sistem saat mendeteksi genangan air di jalan raya berkecepatan tinggi.

"On higher speed roadways, the Waymo [autonomous vehicle] may slow but not stop in response to detecting a potentially untraversable flooded lane," jelas Waymo dalam dokumen pengajuannya.

Manajer Komunikasi Waymo, Chris Bonelli, mengonfirmasi bahwa meskipun layanan penumpang di San Antonio sempat dihentikan, pengujian dan operasional kendaraan tanpa penumpang tetap berjalan.

Pihak perusahaan kini berfokus pada pembaruan peta digital kendaraan serta memperketat kontrol operasional yang berkaitan dengan adaptasi cuaca ekstrem di lapangan.

"We are working to implement additional software safeguards and have put mitigations in place, including refining our extreme weather operations during periods of intense rain, limiting access to areas where flash flooding might occur," papar pihak perusahaan.

Kebijakan penghentian layanan akibat dampak cuaca buruk ini juga turut berdampak pada operasional armada dan pengguna jasa Waymo di wilayah Dallas dan Houston.

Artikel terkait

Rekomendasi