Perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk, xAI, meluncurkan asisten coding berbasis artificial intelligence (AI) teranyar bernama Grok Build. Produk baru tersebut disiapkan secara khusus untuk menyaingi layanan sejenis milik Anthropic, yakni Claude Code, seperti dilansir dari Tekno.
Asisten AI Grok Build kini masih tersedia dalam versi beta atau uji coba tahap awal. Layanan ini baru bisa diakses secara terbatas oleh para pelanggan paket SuperGrok Heavy dengan biaya langganan sebesar 300 dollar AS per bulan atau berkisar Rp 5 jutaan.
Berbeda dari perangkat bantu coding standar yang dilengkapi tampilan grafis, Grok Build beroperasi melalui terminal atau command line interface (CLI). Pihak xAI menjelaskan bahwa perangkat ini dirancang demi memenuhi kebutuhan pemrograman profesional serta menangani tugas-tugas yang tergolong rumit.
Salah satu kemampuan utama Grok Build terletak pada mode perencanaan yang diusungnya. Lewat fitur tersebut, para pengguna dapat memantau sekaligus menyunting langkah kerja agen AI sebelum instruksi tersebut dieksekusi.
Grok Build juga dibekali kemampuan membagi beban pekerjaan kepada beberapa sub-agen guna mempercepat proses coding. Sub-agen ini beroperasi secara paralel di ruang terpisah melalui integrasi dengan Git, sehingga aman dan tidak mengganggu file utama proyek.
Sistem dalam Grok Build dirancang agar langsung selaras dengan pengaturan yang dimiliki pengembang. Teknologi ini mampu mengidentifikasi struktur proyek secara otomatis, mulai dari jenis bahasa pemrograman, susunan folder, hingga file penting, sehingga agen AI langsung memahami konteks kerja.
Dukungan Ekosistem Plugin dan Model Context Protocol
Grok Build juga mendukung penggunaan plugin serta hook, yang berarti dapat mengintegrasikan alat tambahan maupun proses otomatisasi yang biasa digunakan developer. Fleksibilitas ini mempermudah adopsi perangkat dalam alur kerja yang sudah ada.
Melalui dukungan Model Context Protocol (MCP), AI ini dapat terhubung ke berbagai sumber data dan instrumen luar lainnya. Integrasi tersebut membuat kinerja Grok Build menjadi lebih kontekstual dan tidak hanya bertumpu pada masukan teks semata.
Pihak xAI menyatakan bahwa versi beta ini akan terus diperbarui berdasarkan umpan balik dari para pengguna. Pengembang dapat memasang Grok Build cukup dengan satu perintah dan dapat langsung mengirimkan laporan bug melalui terminal.
Langkah Strategis xAI Mengejar Ketertinggalan
Kehadiran Grok Build menjadi momentum bagi xAI untuk mengejar ketertinggalan dari kompetitor utama seperti OpenAI dan Anthropic. CEO xAI, Elon Musk, sebelumnya sempat mengakui bahwa perusahaannya masih tertinggal dalam pengembangan AI untuk kebutuhan pemrograman.
Beberapa waktu lalu, Elon Musk bahkan mengungkapkan bahwa xAI tengah dibangun ulang dari dasar setelah beberapa pendirinya memutuskan keluar. Langkah perombakan tersebut ditargetkan agar Grok mampu menyamai kompetensi Claude dalam menuntaskan berbagai perintah coding.
Meski demikian, perjalanan Grok tidak lepas dari kontroversi setelah pada 2025 sempat dilaporkan dapat memproduksi gambar tidak pantas akibat longgarnya batasan sistem. Terkait hal itu, xAI menyatakan telah memperketat regulasi pengamanan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.