Raksasa teknologi asal Tiongkok, Xiaomi, melakukan ekspansi unik dengan merilis produk es krim berbahan dasar jawawut dalam konferensi bertajuk 2026 Values Conference. Produk non-elektronik ini menarik perhatian publik karena menggunakan sistem penamaan varian yang serupa dengan jajaran ponsel pintar mereka.
Dilansir dari Tekno, es krim tersebut ditawarkan dalam tiga pilihan tingkatan yaitu Standard, Pro, dan Max. Penentuan harga dan komponen tambahan pada es krim disesuaikan dengan kategori kemewahan yang dipilih oleh konsumen layaknya spesifikasi pada gawai.
Edisi Standard dijual dengan harga 5,99 yuan atau sekitar Rp 15.000 untuk versi es krim polos tanpa tambahan. Sementara itu, varian Pro dibanderol 6,99 yuan atau Rp 18.000 dengan tambahan satu keping biskuit, dan varian Max seharga 8,99 yuan atau Rp 22.000 dilengkapi tiga keping biskuit.
Pembuatan resep pencuci mulut ini dipimpin oleh Chef Bing Jiabao yang merupakan koki internal kafetaria Xiaomi. Penggunaan bahan jawawut atau millet dipilih secara sengaja untuk memperkuat identitas merek Xiao-Mi yang secara harfiah bermakna beras kecil.
"2026 Values Conference" ujar Chef Bing Jiabao, Koki Kantin Internal Xiaomi.
Inovasi kuliner ini melibatkan proses pengukusan jawawut hingga menjadi pasta yang kemudian dicampur dengan susu. Kehadiran logo Mengniu pada mesin pembuat es krim di lokasi menunjukkan adanya kolaborasi strategis antara Xiaomi dengan perusahaan pengolahan susu terbesar di Tiongkok tersebut.
Strategi pemasaran yang mengadopsi gaya peluncuran ponsel pintar ini memicu reaksi luas di media sosial Tiongkok hingga menjadi topik tren. Banyak konsumen memberikan tanggapan mengenai struktur penamaan produk yang dianggap unik bagi sebuah perusahaan teknologi.
Pihak manajemen mengonfirmasi bahwa seluruh stok es krim yang tersedia di kantin perusahaan langsung habis terjual dalam waktu singkat setelah diperkenalkan. Fenomena ini mempertegas loyalitas Mi Fans terhadap berbagai inovasi produk yang dihadirkan oleh perusahaan tersebut.