Upaya memperkuat kompetensi talenta digital generasi muda Indonesia terus digencarkan oleh XLSMART Telecom Sejahtera melalui inisiatif strategis Teman Pintar dan Kelas Cerdas Digital (KCD). Hingga tahun 2026, program berkelanjutan ini tercatat telah menjangkau lebih dari 25 ribu siswa yang tersebar di berbagai wilayah tanah air.
Langkah ini diambil untuk memastikan para pelajar tidak hanya berperan sebagai konsumen teknologi, melainkan mampu bertransformasi menjadi kreator digital yang kompeten. Fokus utamanya adalah mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap terjun ke dunia kerja di tengah pesatnya perkembangan ekonomi teknologi.
Dikutip dari Suara, Kelas Cerdas Digital kini telah hadir secara nyata di lebih dari 50 kota dan kabupaten. Inisiatif tersebut melibatkan sekitar 25.640 peserta yang berasal dari 113 sekolah pada berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga menengah.
Program ini menerapkan metode integrasi antara penyediaan akses internet melalui Gerakan Donasi Kuota (GDK) dengan pelatihan praktis berbasis teknologi terkini. Kombinasi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi penguasaan kemampuan digital para peserta didik secara menyeluruh.
Merza Fachys, Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSMART Telecom Sejahtera, memberikan penekanan bahwa tantangan saat ini bukan lagi sekadar ketersediaan infrastruktur. Menurutnya, pemanfaatan teknologi yang efektif jauh lebih krusial untuk menghadapi persaingan masa depan.
"Kesenjangan digital hari ini tidak lagi hanya berbicara mengenai ketersediaan jaringan, tetapi tentang bagaimana akses tersebut dapat dikonversi menjadi kompetensi, kreativitas, dan produktivitas," ujar Merza Fachys dalam keterangan resminya, Sabtu (9/5/2026).
Pihak perusahaan menargetkan agar para pemuda Indonesia memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan industri masa depan. Melalui program Teman Pintar, XLSMART berupaya membekali mereka dengan keterampilan nyata yang dapat diimplementasikan langsung baik dalam karier profesional maupun industri kreatif.
"Kami ingin generasi muda Indonesia tidak berhenti sebagai user, tetapi mampu naik kelas menjadi creator dan talenta digital yang siap berpartisipasi dalam ekonomi digital," kata Merza.
Implementasi nyata program ini salah satunya terlihat di Boyolali, di mana sekitar 100 siswa dari lima sekolah mengikuti workshop intensif. Sekolah yang terlibat meliputi SMAN 1 Boyolali, SMKN 1 Boyolali, SMKN 1 Banyudono, SMK Muhammadiyah 4 Boyolali, dan SMK Ganesha Tama Boyolali.
Materi pelatihan difokuskan pada keahlian praktis yang meliputi literasi digital, pemahaman etika di ruang siber, keamanan data, hingga teknik produksi konten kreatif berbasis potensi lokal. Peserta didorong menggunakan metode hands-on learning dengan langsung memproduksi dan mempublikasikan karya mereka.
Apresiasi atas langkah ini disampaikan oleh Basikun selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Jawa Tengah. Ia menilai bantuan tersebut memberikan nilai tambah bagi peningkatan kapasitas diri siswa-siswi di daerahnya.
"Kami mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan manfaat nyata bagi siswa-siswi di Boyolali. Harapannya, para siswa tidak hanya menjadi pengguna internet, tetapi mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung pengembangan kapasitas diri dan kebutuhan masa depan," ujarnya.
Nova Damayanti, seorang siswi dari SMKN 1 Boyolali yang mengikuti pelatihan, turut mengungkapkan antusiasmenya. Ia mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai peluang besar yang ditawarkan oleh industri kreatif digital saat ini.
"Program ini membuka wawasan kami tentang bagaimana teknologi dan konten digital dapat menjadi keterampilan yang berguna untuk masa depan," kata Nova.
Selain aspek edukasi, XLSMART juga secara konsisten menyalurkan bantuan konektivitas melalui Gerakan Donasi Kuota ke 50 sekolah di seluruh Indonesia. Sebagian bantuan telah diserahkan secara simbolis pada April 2026 dalam rangkaian perayaan hari jadi perusahaan, sementara distribusi sisanya masih terus berlangsung ke berbagai titik daerah.