Zamalek Berebut Juara Liga Primer Mesir Melawan Ceramica Cleopatra

Zamalek Berebut Juara Liga Primer Mesir Melawan Ceramica Cleopatra

Zamalek SC menghadapi Ceramica Cleopatra dalam pertandingan penentu juara Liga Primer Mesir di Stadion Internasional Kairo pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 17.00 GMT. Klub berjuluk Ksatria Putih tersebut hanya membutuhkan satu poin tambahan untuk mengunci gelar juara domestik musim ini.

Persaingan ketat terjadi pada hari terakhir kompetisi dengan tiga tim yang masih berpeluang meraih trofi. Dilansir dari foot-africa.com, Zamalek saat ini memimpin klasemen dengan koleksi 53 poin, disusul Pyramids di posisi kedua dengan 51 poin, dan Al Ahly di peringkat ketiga dengan 50 poin.

Untuk menjaga keadilan olahraga, tiga pertandingan penentu digelar secara serentak. Selain laga Zamalek melawan Ceramica, Pyramids dijadwalkan menjamu Smouha, sementara Al Ahly menghadapi Al Masry pada waktu yang sama.

Zamalek akan otomatis menjadi juara jika berhasil mengalahkan Ceramica karena perolehan 56 poin mereka tidak akan terkejar. Hasil imbang juga cukup bagi Zamalek untuk merayakan gelar juara karena regulasi turnamen mengunggulkan mereka dalam catatan kesepakatan pertemuan (head-to-head) atas Pyramids.

Gelar juara terancam lepas dari tangan Zamalek hanya jika mereka mengalami kekalahan mengejutkan dari Ceramica. Skenario alternatif dapat terjadi apabila Pyramids menang atas Smouha sehingga Pyramids melompati posisi puncak untuk meraih gelar liga pertama mereka dengan 54 poin.

Kemungkinan lain adalah ancaman dari Al Ahly yang bisa menyamakan poin menjadi 53 jika Zamalek kalah dan Pyramids kehilangan poin. Al Ahly berhak memenangkan liga dalam situasi tersebut karena keunggulan catatan head-to-head atas Zamalek.

Berdasarkan laporan ysscores.com, pelatih kepala Zamalek Motaamed Jamal menerapkan formasi 4-2-3-1 yang dipimpin oleh kiper Awad. Di kubu lawan, manajer Ceramica Ali Maher juga menggunakan formasi 4-2-3-1 dengan mengandalkan Bassam di bawah mistar gawang.

Pertandingan ini menjadi momen krusial bagi skuad Ksatria Putih setelah beberapa hari sebelumnya menelan kekalahan dalam adu penalti melawan tim asal Aljazair, USM Alger, di final Piala Konfederasi. Kemenangan malam ini menjadi kesempatan terakhir bagi tim untuk menyelamatkan musim mereka.

“I’m staying focused” kata Yan Diomande, dalam sebuah wawancara terpisah yang dikutip foot-africa.com terkait rumor masa depannya di tengah ketegangan laga penentu ini.

Artikel terkait