AC Milan Siap Jual Rafael Leao dan Rombak Enam Pemain

AC Milan Siap Jual Rafael Leao dan Rombak Enam Pemain

Manajemen AC Milan dilaporkan mulai membuka peluang untuk menjual penyerang sayap Rafael Leao dan berencana melepas enam pemain utama pada bursa transfer musim panas 2026 mendatang.

Langkah cuci gudang raksasa Italia tersebut sangat bergantung pada kepastian kelolosan Rossoneri ke kompetisi Liga Champions musim depan menurut laporan La Gazzetta dello Sport.

Hingga pekan ke-37 Serie A, Milan menduduki peringkat ketiga dengan mengemas 70 poin dan harus meraih kemenangan dalam pertandingan terakhir kontra Cagliari di San Siro demi mengamankan posisi empat besar.

Klub berencana melepas Luka Modric yang kontraknya habis akhir musim ini jika gagal menembus Liga Champions, meskipun gelandang veteran tersebut sebenarnya memiliki opsi perpanjangan selama satu tahun.

Selain Modric, manajemen Milan juga bersiap menjual Ruben Loftus-Cheek, Fikayo Tomori, dan Christian Pulisic yang masa bakti ketiganya akan habis dalam satu musim ke depan namun belum mendapatkan perpanjangan kontrak.

Rencana perombakan skuad di bawah asuhan pelatih Massimiliano Allegri ini meluas hingga ke sektor lini serang dengan menyertakan nama striker Christopher Nkunku serta bintang asal Portugal, Rafael Leao.

Masa depan Rafael Leao di San Siro kini semakin tidak pasti setelah tiga klub raksasa Eropa yaitu Arsenal, Manchester United, dan Barcelona dilaporkan kompak menolak kesempatan untuk merekrut penyerang berusia 26 tahun tersebut.

Berdasarkan laporan Sportitalia, perwakilan sang pemain telah aktif menawarkan Leao kepada sejumlah klub peminat, tetapi nilai pasar tinggi dan penurunan performa sang pemain membuat klub-klub elite Eropa tersebut enggan mengalokasikan dana transfer.

Meskipun kontrak Leao baru berakhir pada 2028 dengan klausul pelepasan sebesar 120 juta euro, Milan dilaporkan bersedia menurunkan banderol hingga mendekati angka 80 juta euro demi mempercepat proses penjualan musim panas ini.

Ketidakcocokan taktis dalam sistem 3-5-2 Allegri membuat Leao terpaksa bergeser menjadi penyerang tengah, sehingga ia tercatat belum mencetak gol lagi di Serie A sejak 1 Maret meskipun mampu mengoleksi 10 gol dari 30 laga kompetitif musim ini.

Penurunan performa tersebut memicu gelombang protes dari suporter San Siro yang menyoraki Leao saat tampil buruk melawan Atalanta pada 5 Mei, serta saat kalah 0-3 dari Udinese dan ketika digantikan Nkunku pada laga kontra Juventus, 26 April.

Data statistik Serie A justru menunjukkan fakta mengejutkan bahwa dari total 37 pertandingan musim ini, Rossoneri memiliki catatan performa tim yang dinilai jauh lebih efektif saat bermain tanpa kehadiran Rafael Leao.

Dari sembilan laga tanpa Leao, Milan sukses memetik tujuh kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya satu kali kalah, yang menghasilkan rata-rata 2,44 poin per pertandingan atau setara dengan proyeksi 92 poin dalam satu musim penuh.

Sebaliknya, ketika penyerang timnas Portugal itu bermain dalam 28 laga, rata-rata poin AC Milan merosot menjadi 1,71 poin per pertandingan yang jika dikalkulasikan setara dengan raihan 65 poin di akhir musim.

Sebagai perbandingan, rival sekota mereka, Inter Milan, berhasil mengamankan gelar juara Serie A musim 2025-2026 dengan catatan rata-rata 2,32 poin per pertandingan.

Peluang kelolosan Milan ke Liga Champions sendiri kembali terbuka lebar setelah meraih kemenangan penting 2-1 atas Genoa saat Leao absen akibat hukuman akumulasi kartu, ditambah dengan kekalahan Juventus 0-2 dari Fiorentina.

Saat ini AC Milan memegang keunggulan dua poin atas kompetitor terdekat mereka di papan klasemen dan berharap penampilan Leao di Piala Dunia mendatang mampu menaikkan kembali nilai jualnya di pasar transfer internasional.

Artikel terkait