Zoom Naikkan Target Pendapatan Didorong Permintaan Fitur AI

Zoom Naikkan Target Pendapatan Didorong Permintaan Fitur AI

Zoom Communications Inc. menaikkan target pendapatan dan laba tahun fiskal 2027 setelah mencatatkan kinerja kuartal pertama tahun kalender 2026 yang melampaui estimasi Wall Street pada Kamis, 21 Mei 2026.

Dilansir dari laporan finimize.com, penyesuaian target ini didorong oleh kuatnya permintaan korporasi terhadap integrasi fitur kecerdasan buatan (AI) baru di dalam platform komunikasi mereka.

Perusahaan yang berbasis di San Jose, California ini menaikkan target pendapatan setahun penuh menjadi antara 5,08 miliar hingga 5,09 miliar dolar AS, dengan laba per saham (EPS) yang disesuaikan mencapai 5,96 hingga 6,00 dolar AS.

Selain menaikkan proyeksi jangka panjang, manajemen Zoom juga menambah alokasi dana sebesar 1 miliar dolar AS untuk program pembelian kembali saham (share buyback).

Berdasarkan data operasional kuartal pertama yang dikutip dari StockStory, pendapatan Zoom tumbuh 5,5 persen secara tahunan menjadi 1,24 miliar dolar AS, mengalahkan estimasi analis senilai 1,22 miliar dolar AS.

Laba bersih yang disesuaikan (non-GAAP) tercatat sebesar 1,55 dolar AS per saham atau 9,5 persen lebih tinggi dari konsensus pasar, sedangkan laba bersih GAAP mencapai 425,7 juta dolar AS.

Meskipun kinerja kuartal pertama solid, proyeksi kuartal kedua yang berakhir Juli nanti sedikit berada di bawah ekspektasi Wall Street, dengan target pendapatan di kisaran 1,26 miliar hingga 1,27 miliar dolar AS.

Dalam laporan marketscreener.com, jumlah pelanggan besar Zoom yang berkontribusi lebih dari 100.000 dolar AS per tahun mencapai 4.534 pelanggan, sedikit di bawah konsensus analis Visible Alpha yang menargetkan 4,542 pelanggan.

Kendati demikian, tingkat retensi pendapatan bersih (Net Revenue Retention Rate) perseroan menunjukkan perbaikan dari 98 persen pada kuartal sebelumnya menjadi 99 persen.

Marjin arus kas bebas (Free Cash Flow Margin) melonjak signifikan ke angka 40,4 persen dari kuartal sebelumnya yang hanya sebesar 27,1 persen, sementara marjin operasi tercatat naik menjadi 25,1 persen.

Nilai total penagihan (billings) Zoom pada akhir kuartal ini ditutup pada angka 1,31 dolar AS miliar, tumbuh 5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sesaat setelah laporan keuangan ini dirilis ke publik, saham Zoom dengan kode emiten ZM langsung melonjak 7,1 persen ke level 103,63 dolar AS dalam perdagangan pasca-jam kerja.

Langkah integrasi teknologi AI, seperti fitur ringkasan otomatis, menjadi strategi utama Zoom agar platformnya tetap menjadi pilihan default bagi ekosistem kerja perusahaan modern di tengah ketatnya persaingan pasar.

Artikel terkait

Rekomendasi