Arsenal Hadapi PSG di Final Liga Champions Budapest 30 Mei

Arsenal Hadapi PSG di Final Liga Champions Budapest 30 Mei

Arsenal dijadwalkan menantang Paris Saint-Germain (PSG) dalam partai final Liga Champions yang akan berlangsung di Budapest pada 30 Mei 2026 mendatang. Pertandingan perebutan gelar juara ini dipastikan setelah kedua tim berhasil melewati babak semifinal yang berlangsung sangat kompetitif sebagaimana dilansir dari Suara.

PSG melaju ke babak puncak usai menghentikan langkah Bayern Munich dengan keunggulan agregat tipis 6-5. Skuad asuhan Luis Enrique tersebut meraih kemenangan 5-4 pada laga pertama di Paris, sebelum akhirnya menahan imbang wakil Jerman 1-1 pada laga kedua di Allianz Arena.

Dalam pertandingan leg kedua tersebut, Ousmane Dembélé memberikan keunggulan cepat bagi PSG pada menit ketiga. Bayern Munich sempat memberikan perlawanan melalui gol Harry Kane menjelang akhir laga, namun hasil tersebut tidak cukup untuk membalikkan keadaan bagi tuan rumah.

Legenda Liverpool, Steven Gerrard, memberikan sorotan khusus terhadap posisi Arsenal yang dinilai sebagai tim non-unggulan atau underdog dalam laga final nanti. Ia merujuk pada pengalamannya sendiri saat memenangkan gelar serupa di masa lalu meski tidak diunggulkan di atas kertas.

"I tahu lebih dari siapa pun bahwa tim underdog bisa memenangkan final ini. Saat kami menghadapi AC Milan pada 2005 juga terjadi ketimpangan, tetapi apa pun bisa terjadi," ujar Gerrard, Mantan Gelandang Inggris.

Gerrard menyarankan agar Arsenal memanfaatkan keunggulan postur tubuh dan aspek fisik pemain mereka untuk memberikan tekanan kepada tim lawan. Ia menekankan pentingnya eksekusi skema bola mati sebagai peluang utama mencetak gol.

"Mereka harus menggunakan fisik dan postur tubuh mereka, membuat setiap set-piece berarti, serta membawa PSG ke situasi yang tidak nyaman," lanjut Gerrard, Legenda Liverpool.

Selain strategi fisik, mantan kapten tim nasional Inggris tersebut turut memberikan apresiasi atas kedisiplinan taktik PSG. Menurutnya, keberhasilan PSG lolos ke final merupakan bukti efektivitas performa mereka, terutama saat bertahan pada leg kedua di Jerman.

"Leg pertama seperti baku tembak, tetapi malam ini mereka menunjukkan kelas dalam bertahan. PSG sedikit lebih unggul dari Bayern," katanya, Steven Gerrard.

Optimisme serupa juga disampaikan oleh mantan pemain tim nasional Inggris lainnya, Owen Hargreaves, yang melihat potensi kejutan dari kubu Arsenal. Ia menilai komposisi pemain di lini belakang dan tengah menjadi modal kuat bagi klub asal London tersebut.

"Arsenal punya peluang, tanpa diragukan lagi. Dengan lini belakang mereka, penjaga gawang, dan Declan Rice di lini tengah, mereka bisa melakukannya dalam satu pertandingan," ujar Hargreaves, Mantan Pemain Timnas Inggris.

Keberhasilan Arsenal mencapai final tahun ini merupakan pencapaian bersejarah karena menjadi partai puncak pertama mereka sejak tahun 2006. Kepastian tiket final didapatkan setelah anak asuh Mikel Arteta menundukkan Atletico de Madrid dengan agregat akhir 2-1.

Artikel terkait