Masa depan kepelatihan Rahmad Darmawan di Persipura Jayapura segera ditentukan melalui pertemuan resmi dengan pemilik klub, Owen Rahadiyan, pada pekan ini setelah ikatan kontraknya resmi berakhir. Langkah ini diambil usai tim Mutiara Hitam dipastikan gagal mengamankan tiket promosi ke kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, seperti dilansir dari Bola pada Sabtu (16/5/2026).
“Memang kita ada rencana bertemu di minggu ini,” ujar pelatih yang akrab disapa Coach RD tersebut kepada Kompas.com usai laga Malut United vs Persita Tangerang pada Sabtu (16/5/2026).
Agenda pertemuan tersebut menjadi kelanjutan pasca kegagalan Persipura menembus Liga 1 musim ini. Skuad asuhan Rahmad Darmawan harus mengubur mimpi promosi setelah menelan kekalahan tipis 0-1 dari Adhyaksa FC dalam pertandingan play-off promosi Championship Liga 2 2025-2026 di Stadion Lukas Enembe pada 8 Mei 2026.
Gol tunggal yang dicetak pemain Adhyaksa FC, Adilson Da Silva, pada paruh pertama pertandingan memastikan klub asal Papua tersebut tetap bertahan di Liga 2. Hasil minor ini memperpanjang catatan kegagalan Persipura untuk kembali ke kasta tertinggi sejak terdegradasi pada musim 2021-2022 silam, sekaligus menandai akhir masa bakti Rahmad yang mulai menangani tim sejak paruh kedua musim 2025-2026.
Kendati kelanjutan kariernya di Jayapura belum menemui titik terang, juru taktik nasional tersebut tetap melayangkan apresiasi tinggi terhadap komitmen yang ditunjukkan oleh Owen Rahadiyan dalam mengelola klub.
“Pak Owen pribadi yang sangat punya komitmen kuat dan konsisten dalam pengembangan sepak bola,” kata Rahmad.
Menurut Rahmad, keseriusan sang pemilik sudah terbukti dari konsistensinya membangun kekuatan tim dalam beberapa musim terakhir kompetisi bergulir.
“Ini sudah dibuktikan bukan hanya saat membawa PSBS ke liga utama tetapi juga mencoba untuk Persipura mencapai hal sama bahkan lebih,” ujar dia.
Ia meyakini bahwa program kerja jangka panjang manajemen Persipura akan terus berjalan secara konsisten demi mengembalikan kejayaan tim ke kompetisi utama nasional.
“Saya yakin beliau akan terus bisa konsisten, dan itu sudah disampaikan berkali-kali, untuk bisa membawa Persipura ke Liga 1,” katanya.
Selain membahas manajemen, pelatih kawakan ini juga memberikan perhatian khusus pada potensi lokal dengan menegaskan bahwa tanah Papua tidak pernah kehabisan generasi pesepak bola berbakat.
“Persipura tidak akan pernah kehilangan talenta. Mereka punya pemain-pemain muda yang akan menggantikan para seniornya,” ujar Rahmad.
Sejumlah nama pemain muda potensial seperti Reno Salampessy, Markus Mardjar, dan Beto Waichang disebut sebagai pilar masa depan yang memiliki prospek cerah di dunia sepak bola tanah air.
“Mereka tinggal menunggu waktu untuk bisa ada di puncak penampilan seperti pemain-pemain lain,” kata dia.
Saat ini, kepastian mengenai strategi maupun langkah profesional berikutnya baru akan diputuskan setelah proses negosiasi dengan pihak manajemen klub diselesaikan.
“Kita tetap fokus kepada apa yang disampaikan minggu depan, setelah itu baru akan bicara apa langkah selanjutnya,” ujar Rahmad.
Rahmad menambahkan bahwa status besar yang melekat pada Persipura menuntut dedikasi yang tinggi dari seluruh elemen yang terlibat di dalam struktur tim.
“Bagaimanapun Persipura adalah tim besar dan kita punya tanggung jawab besar apabila ada di sana,” kata Rahmad.