Klub Liga Utama Inggris Aston Villa membidik piala mayor pertama mereka dalam tiga dekade terakhir saat menantang wakil Jerman SC Freiburg pada pertandingan final Liga Eropa di Istanbul yang berlangsung Rabu.
Manajer Aston Villa Unai Emery membawa perubahan besar sejak memimpin tim pada 2022 dengan meloloskan klub ke Liga Champions dalam dua dari tiga musim terakhir, setelah sebelumnya mengantarkan tim ke semifinal Liga Konferensi 2024 dan perempat final Liga Champions musim lalu.
Meskipun memiliki rekam jejak mentereng dengan mengoleksi empat gelar juara kompetisi ini bersama Sevilla dan Villarreal, Emery menegaskan status tersebut tidak menjamin apa pun untuk laga mendatang.
"I am not a king in this competition," kata Emery dalam konferensi pers sebelum pertandingan pada hari Selasa seperti dilansir dari beinsports.com.
Arsitek taktik asal Spanyol tersebut menyatakan bahwa fokus utamanya saat ini adalah membawa kesuksesan bagi skuad Aston Villa yang sekarang guna memulai era baru klub.
"I need to win tomorrow with the players we have now, with Aston Villa now, with the opponent we face tomorrow. So it's a new way, a new moment and hopefully a new era." ujar Emery.
Mantan pelatih Arsenal itu juga menolak untuk terlalu banyak membahas pencapaian masa lalunya dan lebih memilih melihat perkembangan performa anak asuhnya.
"I don't want to speak a lot about the things we did before." tutur Emery.
Emery menambahkan bahwa performa yang ditunjukkan skuadnya di kompetisi Eropa sebelumnya telah membuktikan kapasitas tim untuk bersaing di level tertinggi.
"Now, this year, and the matches we played before in the Conference League or in the Champions League, and they are showing the capacity to play at a high level." ucap Emery.
Ia pun meminta seluruh pemain menjadikan partai puncak ini sebagai momentum penting bagi proses pembangunan struktur dan kemajuan klub.
"This is a process. A process (for) how we could achieve, building the team and our structure." kata Emery.
Menurut Emery, aspek krusial dalam menghadapi laga final perdana ini adalah kemampuan mengendalikan emosi di atas lapangan.
"Now it's a new experience we will have tomorrow. It's very important how we manage our emotions and we've done it for a lot of matches and there are a lot of emotions." ujar Emery.
Di kubu lawan, SC Freiburg belum pernah memenangi trofi mayor sepanjang sejarah klub maupun lolos ke Liga Champions, sehingga kemenangan di Istanbul akan mewujudkan kedua target tersebut sekaligus.
Pelatih SC Freiburg Julian Schuster mengakui posisi timnya sebagai underdog dalam final Eropa pertama mereka, namun ia tetap melayangkan pujian untuk keharmonisan dan rencana permainan Aston Villa.
"It's just incredible how they work together and look harmonious. They have a clear plan in any individual phase in the match and have many players, a good mix of experience and young talented boys," kata Schuster.
Schuster, yang sempat berbincang dengan Emery di Stadion Besiktas di sela-sela sesi latihan hari Selasa, mengagumi dedikasi serta energi yang ditunjukkan oleh manajer berpengalaman tersebut.
"There many things where you can copy and learn things. It will be a huge and great challenge tomorrow." ujar Schuster.
Pelatih berusia 41 tahun itu menilai kesempatan berdiskusi dan belajar dari pelatih senior yang kaya pengalaman merupakan hal berharga bagi perkembangan kariernya.
"If you can look at him, you can learn a lot from what he expects and the energy he has on the pitch every time," tutur Schuster.
Ia memastikan akan selalu memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk menyerap ilmu dari para pelatih top dunia.
"All these coaches with big experiences, for every young coach it is important to listen to them. Of course every moment I have the option to ask such coaches, I will." ucap Schuster.
Kendati mengagumi Emery, Schuster menegaskan Freiburg tetap memiliki keyakinan penuh untuk menciptakan kejutan dan membalikkan prediksi di atas kertas.
"I have to speak believing in trust and have confidence. The focus is on our own strength, but accept the quality of the opponent." kata Schuster.