Aston Villa Tekuk SC Freiburg Guna Amankan Gelar Juara Liga Europa

Aston Villa Tekuk SC Freiburg Guna Amankan Gelar Juara Liga Europa

Klub asal Inggris Aston Villa sukses menyabet gelar juara Liga Europa 2025-2026 setelah menundukkan perwakilan Jerman SC Freiburg di partai final, Kamis (21/5/2026) dini hari WIB. Pertandingan penentu yang digelar di Stadion Besiktas di Istanbul, Turki tersebut berakhir dengan skor mencolok 0-3 sebagaimana dilansir dari Bola.

Sisi asuhan Unai Emery tampil dominan sepanjang pertandingan melalui tiga gol kemenangan yang dicetak oleh Youri Tielemans pada menit ke-40, Emiliano Buendia pada menit 45+2, serta Morgan Rogers pada menit ke-57. Keberhasilan ini mengukuhkan posisi Emery sebagai pelatih dengan koleksi gelar terbanyak di kompetisi tersebut lewat torehan lima gelar.

Selepas laga, Emery menyampaikan apresiasi tinggi terhadap jajaran klub Eropa yang pernah bekerja sama dengannya. Juru taktik berkebangsaan Spanyol tersebut menegaskan adanya ikatan emosional tersendiri antara dirinya dengan kompetisi kasta kedua Eropa tersebut.

"Saya selalu sangat berterima kasih kepada Eropa. Untuk setiap kompetisi, tetapi terutama Liga Europa. Juga klub-klub tempat saya bekerja karena mereka menunjukkan jalan, serta dukungan yang saya dapatkan di Valencia, Sevilla, Villareal, dan di sini di Villa...," terang Emery.

Mantan pelatih Arsenal tersebut juga mengungkapkan instruksi yang ia berikan kepada anak asuhnya di dalam ruang ganti sebelum mengunci kemenangan. Komunikasi tersebut ditekankan guna memicu motivasi tinggi dan performa maksimal skuad Aston Villa di atas lapangan hijau.

"Saya memberi tahu (para pemain) di (ruang ganti), kita butuh harapan, kita butuh keseriusan dalam kompetisi ini. Untuk menunjukkan di lapangan bahwa Anda adalah protagonis – dan mereka melakukannya!" ujar Emery.

Rekam jejak karier Emery di kompetisi Eropa sendiri tercatat dimulai saat ia menukari Valencia CF, sebelum akhirnya mendulang rentetan kesuksesan besar bersama Sevilla FC. Ia menganggap dinamika kompetisi antar klub Eropa menjadi wadah krusial bagi peningkatan kapasitas kepelatihannya.

"Eropa sangat berarti bagi saya. Pertama, sebagai ungkapan terima kasih kepada sepak bola Eropa, dan yang terpenting, kepada klub-klub tempat saya dapat berkompetisi." kata Emery.

Rentetan pengalaman tersebut mencakup momen krusial saat membawa Villarreal memenangi final Liga Europa tahun 2021 silam. Di sisi lain, Emery tidak memungkiri bahwa kegagalan masa lalu saat menukangi klub lain juga memberikan pelajaran berharga.

"Memenangkan final (Eropa League 2021) melawan Manchester United itu luar biasa, karena itu adalah salah satu tim United terbaik yang pernah ada. Saya juga belajar dari kekalahan, seperti final melawan Chelsea bersama Arsenal." tutur Emery.

Manajer berusia 54 tahun itu mencatatkan rekor konsistensi bertanding di level benua selama hampir dua dekade. Jam terbang tinggi tersebut dinilai menjadi modal utama dalam membentuk mentalitas bertanding anak asuhnya di partai puncak.

"Saya telah berkompetisi di Eropa selama 18 tahun berturut-turut di ketiga kompetisi tersebut." jelas Emery.

Melalui konsistensi di kompetisi antarklub Eropa tersebut, sang pelatih kini merasa lebih matang dalam membaca jalannya laga. Seluruh dinamika di lapangan membantunya mengelola tekanan besar di partai penentu.

"Itu memberi saya banyak pengalaman kompetitif. Saya telah belajar untuk berkompetisi lebih baik dan menangani situasi bertekanan tinggi," tutup Emery.

Artikel terkait