Klub sepak bola Catanzaro memastikan diri lolos ke babak final playoff Serie B 2026 untuk memperebutkan tiket promosi setelah menyingkirkan Palermo pada pertandingan leg kedua semifinal di Stadion Renzo Barbera pada Rabu, 20 Mei 2026, waktu setempat.
Tiket ke partai puncak tersebut diraih skuad asuhan Alberto Aquilani berkat keunggulan agregat 3-2. Catanzaro diuntungkan oleh modal kemenangan meyakinkan dengan skor 3-0 pada laga leg pertama yang digelar sebelumnya di Stadion Ceravolo.
Palermo sebenarnya memenangkan pertandingan leg kedua yang dihadiri oleh 33.286 penonton ini dengan skor 2-0. Tuan rumah langsung mencetak gol cepat pada menit kedua melalui sundulan Joel Pohjanpalo setelah memanfaatkan umpan tendangan bebas Palumbo.
Gol pembuka tersebut sempat ditinjau ulang oleh wasit Matteo Marcenaro melalui video assistant referee (VAR) sebelum akhirnya disahkan. Palermo kemudian terus melancarkan serangan bertubi-tubi, termasuk peluang dari Filippo Ranocchia serta tendangan Palumbo yang membentur tiang gawang.
Gempuran tuan rumah diantisipasi lewat penampilan gemilang kiper Catanzaro, Andrea Pigliacelli, yang melakukan beberapa penyelamatan krusial. Pigliacelli berhasil menggagalkan peluang emas Ranocchia dan mementahkan tembakan jarak dekat Dennis Johnsen pada babak kedua.
Palermo baru bisa menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-89 lewat sepakan jarak dekat Rui Modesto yang menerima umpan silang Ranocchia. Namun, torehan tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan secara agregat hingga peluit panjang berbunyi.
Tensi pertandingan meninggi di masa cedera hingga mengakibatkan keributan antar pemain setelah laga usai. Berdasarkan laporan dari corrieredellacalabria.it dan palermotoday.it, Palermo harus menyudahi laga dengan sembilan pemain akibat kartu merah langsung yang diterima Alessio Pierozzi dan Antonio Palumbo.
Keberhasilan ini memicu perayaan besar di seluruh sudut kota Catanzaro yang sudah merindukan kompetisi kasta tertinggi sejak terakhir kali tampil di Serie A pada tahun 1983. Konvoi kendaraan, kibaran bendera kuning-merah, dan yel-yel suporter langsung memadati jalanan kota sesaat setelah pertandingan berakhir.
Kebangkitan klub berjuluk Aquile ini dinilai sebagai buah dari konsistensi manajemen di bawah kepemimpinan Noto yang membangun proyek jangka panjang bersama Alberto Aquilani. Pada babak final playoff promosi, Catanzaro dijadwalkan menghadapi Monza dalam pertandingan sistem kandang dan tandang.