Kegagalan Palermo mengejar defisit gol membuat Catanzaro resmi mengamankan tempat di babak final playoff promosi Serie B setelah pertandingan leg kedua di Stadion Renzo Barbera berakhir pada Rabu malam, 20 Mei 2026.
Meskipun skuad tuan rumah berhasil memetik kemenangan dengan skor 2-0, hasil tersebut tidak cukup untuk membalikkan keadaan karena Catanzaro tetap unggul agregat 3-2 berkat kemenangan tiga gol tanpa balas pada leg pertama di Ceravolo.
Jalannya pertandingan dipimpin oleh wasit Matteo Marcenaro asal Genova yang mencatatkan rekor kepemimpinan tegas dengan rata-rata lima kartu kuning per laga, di hadapan 32 ribu pendukung yang memadati stadion.
Kekalahan tipis secara agregat ini menyisakan kesedihan mendalam bagi kubu tuan rumah, terutama bagi sang pelatih yang terlihat emosional selepas peluit panjang dibunyikan.
“Questa tifoseria ha dato una lezione di sport e di vita a tutti. Spesso in Italia quando non si raggiunge il risultato si critica a prescindere, invece questo popolo rosanero ha dato una lezione a tutti. E' un pubblico straordinario, oggi avremmo meritato di fare anche 3 gol e anche di più” ujar Pippo Inzaghi, Pelatih Palermo kepada Dazn.
Kekecewaan tim asal Pulau Sisilia ini terobati oleh sikap para suporter setia yang tetap memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan keras para pemain di lapangan.
“Questa squadra non era all'altezza di questo pubblico da Champions League ma oggi questi ragazzi hanno dimostrato di essere all'altezza, il calcio oggi è stato un pò severo con noi ma ci rimboccheremo le maniche e partiremo più forti di prima perché così si può continuare a sognare. Oggi è successa una cosa che negli stadi italiani succede poche volte, questi tifosi ci hanno applaudito, hanno urlato il mio nome e questo è da brividi” tambah Pippo Inzaghi, Pelatih Palermo.
Mengenai kelanjutan kariernya di klub berstatus kepemilikan global di bawah manajemen City tersebut, sang juru taktik menegaskan komitmen jangka panjangnya.
“Io quando sposo un progetto di solito riesco a primo anno come è successo con Pisa e Benevento, in questo caso forse ce ne vorranno due ma io non lascio le cose a metà. Mi sarebbe piaciuto regalare questa gioia a primo anno, vorrà dire che aspetteremo la prossima stagione. Se rimango l'anno prossimo? Certo, non lascio le cose a metà. Adesso non andrei neanche al Real Madrid” tegas Pippo Inzaghi, Pelatih Palermo.
Sebelum laga penentu ini dimulai, pihak manajemen sebenarnya sudah mengantisipasi tekanan atmosfer stadion yang dikenal angker bagi tim tamu karena catatan 14 kemenangan kandang milik Palermo.
“Loro sono stati bravi a creare un certo tipo di ambiente, ma il Palermo deve concentrarsi su sé stesso. Dobbiamo essere più forti di loro in campo, cosa che non abbiamo dimostrato al Ceravolo. Mi auguro di vedere il Palermo che ha fatto 72 punti e che su 40 partite ne ha giocate 35 seperti yang saya dan suporter suka. Skuad akan memberikan segalanya, stadion penuh membuat perbedaan. Setelah liga yang kami lalui, kami tidak bisa meninggalkan kenangan dari pertandingan yang salah seperti di Catanzaro. Saya melihat keinginan bangkit pada anak-anak, kami berikan yang maksimal dan di akhir kita lihat hasilnya: saya ingin melakukan keajaiban ini untuk orang-orang kami dan kami harus menjadi yang pertama mempercayainya” kata Pippo Inzaghi, Pelatih Palermo saat persiapan tim.
Strategi menyerang sempat disiapkan dengan opsi formasi ultra ofensif demi mengejar gol cepat tanpa mengabaikan keseimbangan lini pertahanan.
“Ma non dobbiamo farci prendre dalla frenesia, sappiamo di dover rincorrere, quindi entusiasmo ma anche testa e accortezza. Rui Modesto e Johnsen saranno della partita, abbiamo bisogno dei giocatori presi proprio per risolvere questo tipo di partite” jelas Pippo Inzaghi, Pelatih Palermo yang juga menyinggung kembalinya Bani ke dalam skuad.
Untuk memotivasi pasukannya agar tidak patah arang, mantan striker timnas Italia itu bahkan membagikan lembaran sejarah pribadinya saat masih aktif bermain di kompetisi tertinggi Eropa.
“Crediamoci, lo dice uno che in una finale di Coppa Campioni ha preso 3 gol in 11 minuti” tutur Pippo Inzaghi, Pelatih Palermo.
Di kubu lawan, keberhasilan melaju ke partai puncak disambut dengan rasa puas namun penuh kewaspadaan karena perjuangan mereka belum sepenuhnya selesai.
“Abbiamo provato soddisfazione anche per il valore dell’avversario e per la qualità della prestazione offerta. Allo stesso tempo, però, dobbiamo ricordarci che tidak ada yang diubah. Kualifikasi dibangun dalam 2 pertandingan, yang dimainkan hanya mewakili babak pertama dari sebuah misi yang harus diselesaikan” ucap Alberto Aquilani, Pelatih Catanzaro.
Kelelahan fisik akibat jadwal padat tiga pertandingan intensitas tinggi dalam delapan hari berhasil diatasi dengan motivasi tinggi dari seluruh anggota tim.
“La squadra ha vissuto con felicità il post gara, ma già dal giorno successivo ha ritrovato la giusta mentalità. Kepala untuk bekerja dan kesadaran bahwa dibutuhkan performa level tinggi lainnya. Di lapangan harus menentukan perhatian, kerendahan hati, dan rasa lapar, karena laga tandang diprediksi sangat rumit. Sangat mendasar untuk menaikkan level performa keseluruhan dan menghadapi laga dengan jernih, bahkan di momen paling halus” pungkas Alberto Aquilani, Pelatih Catanzaro.
Ketegangan sempat terjadi seusai laga ketika sebuah suar mendarat di dekat jajaran direksi tim tamu saat berjalan menuju ruang ganti, yang memaksa tim medis membawa tandu darurat untuk pertolongan pertama.
Catanzaro kini dijadwalkan menantang Monza dalam laga final dua leg pada 24 dan 29 Mei 2026 demi memperebutkan satu tiket promosi tersisa menuju kasta tertinggi Serie A.