Monza dan Catanzaro Berebut Tiket Promosi Serie A

Monza dan Catanzaro Berebut Tiket Promosi Serie A

Monza dan Catanzaro bakal memperebutkan satu tiket terakhir untuk promosi ke kasta tertinggi Liga Italia, Serie A musim 2026-2027, setelah kedua tim dipastikan melaju ke babak final playoff promosi Serie B.

Pertandingan puncak ini dijadwalkan menggunakan sistem kandang dan tandang, dengan laga leg pertama digelar pada Minggu, 24 Mei 2026, dan leg kedua pada Jumat, 29 Mei 2026 pukul 20.00 waktu setempat.

Catanzaro sendiri memastikan kelolosan setelah menyingkirkan Palermo dengan agregat skor 3-2 pada pertandingan semifinal leg kedua di Stadion Renzo Barbera, Rabu, 20 Mei 2026, malam waktu setempat.

Meskipun skuad asuhan Alberto Aquilani menelan kekalahan 0-2 dari tuan rumah Palermo pada laga penentu yang dipimpin wasit Marcenaro dan dihadiri 33.286 penonton tersebut, mereka tetap melaju berkat kemenangan telak 3-0 di Stadion Ceravolo pada leg pertama.

Tuan rumah Palermo yang dilatih Filippo Inzaghi sebenarnya sempat membuka harapan lewat gol cepat sundulan Joel Pohjanpalo pada menit kedua, sebelum bek tengah Peda mengalami cedera pada menit ke-16 hingga harus digantikan oleh Magnani.

Upaya agresif Palermo membuahkan gol kedua melalui Rui Modesto pada menit ke-88, namun momentum tersebut buyar setelah Pierozzi menerima kartu merah langsung di masa injury time akibat melakukan pelanggaran keras.

Sementara itu, Monza melangkah ke final playoff setelah menundukkan Juve Stabia melalui hasil imbang 2-2 di Campania, yang diikuti oleh kemenangan 2-1 di Brianza berkat dua gol dari mantan pemain Como, Patrick Cutrone.

Pemenang dari laga final antara Monza dan Catanzaro ini akan menyusul Venezia dan Frosinone yang sudah lebih dulu mengamankan tiket promosi otomatis setelah finis di peringkat pertama dan kedua pada musim reguler.

Tim yang berhasil lolos dari fase playoff ini dipastikan akan menggantikan posisi Hellas Verona dan Pisa yang sudah resmi terdegradasi dari Serie A, sedangkan satu tim degradasi lainnya masih diperebutkan antara Cremonese dan Lecce.

Seusai pertandingan leg kedua di markas Palermo, penyerang Catanzaro Filippo Pittarello mengecam insiden keributan yang sempat pecah di lapangan sesaat setelah wasit meniup peluit panjang.

"Quello che è successo a fine partita è il brutto del calcio. Credo non sia giusto fare pubblicità su quell'episodio. Il Palermo ha vinto sul campo, il Catanzaro ha passato il turno. Non é giusto fare pubblicità su qualche scienziato che ha provato a rovinare tutto." ujar Filippo Pittarello, Penyerang Catanzaro saat diwawancarai oleh DAZN.

Pemain depan itu juga membagikan momen emosional yang dirasakan oleh seluruh tim setelah memastikan satu tiket di partai puncak playoff untuk memperebutkan tiket promosi.

"Difficile trovare le parole, l'emozione è tanta. Non abbiamo fatto in tempo a festeggiare, ma è tutto surreale, frutto dei sogni e del lavoro che ci ha portato qui. Adesso ci vediamo in finale." kata Filippo Pittarello, Penyerang Catanzaro.

Mengenai jalannya pertandingan, sang penyerang mengungkapkan bahwa pelatih Alberto Aquilani telah mempersiapkan tim dengan matang untuk menghadapi tekanan dari suporter tuan rumah.

"Noi attaccanti vogliamo segnare sempre, ma in una partita del genere un sacrificio del genere equivale a un gol. Non abbiamo lasciato emozioni in campo dopo l'andata. Sapevamo che sarebbe stata tostissima, è andata male nei primi minuti perché sai che lo stadio si infiamma e lì devi essere bravo a stemperare gli animi. Abbiamo voluto fare la partita, e anche dopo il 2-0 abbiamo portato a casa il risultato (la finale, ndr.)" ucap Filippo Pittarello, Penyerang Catanzaro.

Performa apik sang pemain sepanjang musim ini juga disebutnya tidak lepas dari peran krusial staf kepelatihan yang dipimpin oleh Aquilani.

"La mia stagione è il coronamento del lavoro di Aquilani e dello staff, di chi si è rotto le scatole per farmi lavorare cento volte sui movimenti. Spero di sbagliare sempre meno, ma andiamo avanti su questa strada." tutur Filippo Pittarello, Penyerang Catanzaro.

Menghadapi babak final, Pittarello memberikan pujian kepada Monza yang dinilainya sebagai tim kuat setelah berhasil mengumpulkan 76 poin di musim reguler.

"Troviamo una squadra fortissima, che non a caso ha fatto 76 punti. È una gara che parla da sola: si incontrano due squadre forti, con identità forti. Noi vogliamo sognare ancora, non ci costa nulla. Lo dobbiamo a tutta la gente che ci sostiene". puji Filippo Pittarello, Penyerang Catanzaro.

Artikel terkait