Operator kompetisi I.League resmi merilis daftar nominasi penghargaan individu Super League musim 2025/2026 pada Rabu (20/5/2026) menjelang bergulirnya pekan terakhir liga.
Pengumuman ini mencakup lima kategori utama yaitu pemain terbaik, pemain muda terbaik, penjaga gawang terbaik, pelatih terbaik, serta gol terbaik yang didominasi oleh pilar Borneo FC Samarinda dan Persib Bandung.
Persaingan sengit tidak hanya melibatkan perebutan gelar juara antara Persib dan Borneo FC, tetapi juga persaingan di papan bawah antara Madura United FC dan Persis Solo untuk menghindari degradasi.
Untuk kategori pemain terbaik, penyerang sayap Borneo FC Mariano Peralta menjadi kandidat kuat setelah mencetak 18 gol dan 13 assist dari 33 pertandingan, disusul rekan setimnya Juan Villa yang mengemas 12 gol dan 8 assist.
Kandidat lain diisi oleh bek Persib Federico Barba dengan koleksi 5 gol, gelandang lokal Beckham Putra dengan 3 gol dan 3 assist, serta legiun asing Persija Jakarta Allano Brendon yang mencatatkan 9 gol dan 9 assist.
Pada kategori pemain muda terbaik, Dony Tri Pamungkas dari Persija bersaing dengan Rivaldo Pakpahan dari Borneo FC dan kiper PSIM Yogyakarta Cahya Supriadi.
Menariknya, Cahya Supriadi yang mencatat save ratio 83 persen juga masuk nominasi penjaga gawang terbaik bersama Nadeo Argawinata dari Borneo FC yang mengoleksi 12 clean sheets, serta Igor Rodrigues dari Persita Tangerang.
Sementara itu, nominasi pelatih terbaik mempertemukan Fabio Lefundes dari Borneo FC, Bojan Hodak dari Persib, dan Paul Munster dari Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Kategori terakhir adalah gol terbaik yang menampilkan aksi dari Hokky Caraka (Persita), Rendy Sanjaya (Madura United), dan M. Iqbal (PSIM Yogyakarta).
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menegaskan bahwa penentuan para nominator ini dilakukan melalui kombinasi data statistik, evaluasi Technical Study Group (TSG), kontribusi nyata, hingga aspek sportivitas.
"Kompetisi musim ini berjalan sangat menarik hingga pekan terakhir. Persaingan tidak hanya terjadi dalam perebutan gelar juara, tetapi juga dalam penampilan individu yang konsisten," kata Ferry Paulus.
Pihak operator menegaskan bahwa penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas kontribusi besar yang diberikan para pemain dan pelatih sepanjang musim.
"Nominasi ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras, kualitas, dan kontribusi mereka [para nominator] sepanjang musim," kata Ferry Paulus.
Ferry Paulus juga menambahkan bahwa proses penilaian dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan penghargaan mencerminkan kualitas kompetisi yang sesungguhnya.
"Kami ingin penghargaan ini benar-benar mencerminkan kualitas terbaik kompetisi. Karena itu, penilaian dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan angka statistik," kata Ferry Paulus.
Pihak pengelola kompetisi menyampaikan bahwa peningkatan performa individu dan munculnya pemain muda potensial menjadi sinyal positif bagi masa depan sepak bola nasional.
"Kompetisi musim ini berjalan sangat menarik hingga pekan terakhir," jelas Ferry Paulus.
Ferry Paulus menambahkan bahwa performa individu yang konsisten dari para pemain memberikan dampak yang sangat besar bagi kesuksesan tim mereka masing-masing.
"Persaingan tidak hanya terjadi dalam perebutan gelar juara, tetapi juga dalam penampilan individu yang konsisten dan berdampak besar bagi tim masing-masing," lanjut Ferry Paulus.
Melalui rilis resmi tersebut, Ferry Paulus menyatakan rasa banggas atas dedikasi yang ditunjukkan seluruh komponen klub sepanjang periode kompetisi.
"Nominasi ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras, kualitas, dan kontribusi mereka sepanjang musim," ujar Ferry Paulus.
Proses evaluasi dari Technical Study Group menjadi salah satu indikator utama yang menentukan kelayakan para kandidat di setiap kategori.
"Kami ingin penghargaan ini benar-benar mencerminkan kualitas terbaik kompetisi," tegas Ferry Paulus.
I.League menegaskan tidak hanya melihat data kuantitatif di atas kertas, melainkan juga pengaruh nyata sang pemain terhadap strategi tim secara keseluruhan.
"Karena itu, penilaian dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan angka statistik, tetapi juga dampak pemain dan pelatih terhadap permainan tim," ucap Ferry Paulus.
Menurut laporan dari I.League yang dikutip oleh BolaSport.com, performa individu yang luar biasa dari para penyerang sayap menjadi motor penggerak utama klub papan atas.
"Peralta menjadi sosok sentral di lini serang Borneo FC Samarinda," demikian laporan I.League.
Data statistik menunjukkan kontribusi defensif yang impresif dari sang pemain Argentina turut melengkapi produktivitas golnya musim ini.
"Selain mencatat 72 kreasi peluang, Peralta juga memiliki 57 dribel sukses dan kontribusi defensif yang baik untuk pemain ofensif," tulis laporan I.League.
Konsistensi performa tersebut menjadi alasan utama mengapa klub asal Samarinda ini mampu menempel ketat posisi puncak klasemen hingga akhir musim.
"Performanya membawa Borneo FC terus bersaing dalam perebutan gelar hingga pekan terakhir," tulis laporan I.League.
Ferry Paulus menjelaskan bahwa dinamika kompetisi musim ini menunjukkan grafik yang sangat memuaskan di semua tingkatan klub.
"Kompetisi musim ini berjalan sangat menarik hingga pekan terakhir. Persaingan tidak hanya terjadi dalam perebutan gelar juara," tegas Ferry Paulus.
I.League menilai kontribusi pemain yang stabil di setiap pertandingan menjadi salah satu faktor penentu meningkatnya kualitas liga secara keseluruhan.
"Tetapi juga dalam penampilan individu yang konsisten dan berdampak besar bagi tim masing-masing. Nominasi ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras, kualitas, dan kontribusi mereka sepanjang musim," beber Ferry Paulus.
Evaluasi menyeluruh terus dilakukan oleh tim Technical Study Group demi menjaga objektivitas pemilihan pemenang penghargaan individu ini.
"Kami ingin penghargaan ini benar-benar mencerminkan kualitas terbaik kompetisi. Karena itu, penilaian dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan angka statistik, tetapi juga dampak pemain dan pelatih terhadap permainan tim," tambah Ferry Paulus.
Pihak operator optimistis bahwa kemunculan talenta muda yang kompetitif akan berdampak positif pada ekosistem sepak bola Indonesia di masa depan.
"Ya, kami melihat peningkatan kualitas permainan, munculnya pemain muda potensial, hingga persaingan yang sehat di semua level. Ini menjadi indikator positif bagi perkembangan sepak bola Indonesia dan BRI Super League ke depan," tutup Ferry Paulus.
Seluruh pemenang penghargaan individu, termasuk pencetak gol terbanyak, tim Fair Play, dan Best XI, akan diumumkan secara resmi setelah laga pekan terakhir selesai digelar pada Sabtu (23/5/2026).